SBT Darurat Karhutla & Kekeringan, Bupati Fachri Puji Kerja Petugas di Lapangan
- 05 Agt 2026 07:50 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula– Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan menyusul dampak musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di daerah tersebut. Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri mengungkapkan, pemerintah daerah telah mengambil langkah penanganan terhadap dua situasi darurat yang saat ini dihadapi masyarakat.
“Sudah saya tandatangani tadi untuk dua situasi itu, bencana Karhutla dan kekeringan,” kata Fachri kepada wartawan usai rapat paripurna DPRD SBT, Selasa, 4 Agustus 2026.
Dalam rapat paripurna dengan agenda penjelasan atas Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di Gedung DPRD SBT itu, Bupati Fachri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana.
Secara khusus, Ia memberikan penghargaan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan SBT, BPBD SBT, Polres SBT serta pihak terkait lainnya yang dinilai telah bekerja maksimal dalam menghadapi kondisi sulit tersebut.
“Ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kami sampaikan kepada saudara-saudara atas kerja yang luar biasa dan kerja sama yang solid dalam menangani dua situasi sulit yang sedang dialami daerah ini, yaitu kebakaran dan kekeringan,” ujar Fachri.
Berdasarkan laporan UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) SBT, dampak musim kemarau telah menyebabkan sedikitnya 280 hektare hutan dan lahan terbakar.
Kebakaran tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bula dengan luas area terbakar mencapai 210 hektare, Kecamatan Bula Barat 42 hektare, dan Kecamatan Teluk Waru seluas 28 hektare.
Selain ancaman Karhutla, kekeringan juga melanda hampir sebagian besar wilayah Kabupaten SBT. Kecamatan Bula menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah, di mana sejumlah desa mengalami krisis air bersih.
Petugas pemadam kebakaran, aparat keamanan, petugas KPH serta masyarakat bergerak cepat melakukan penanganan di sejumlah lokasi Karhutla. Pemadaman dilakukan terutama pada titik api yang masih dapat dijangkau guna mencegah kebakaran meluas.
Di sisi lain, pemerintah daerah bersama instansi terkait juga terus melakukan distribusi bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
Dengan ditetapkannya status tanggap darurat, Pemkab SBT berharap penanganan Karhutla dan kekeringan dapat berjalan lebih optimal, sekaligus mempercepat pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....