Personel & Anggaran Terbatas, Selama 21 Hari, KPH Kewalahan Tangani Karhutla SBT
- 03 Agt 2026 14:01 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula– UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, mengakui mengalami berbagai kendala dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa Kecamatan di daerah tersebut. Kepala UPTD KPH Kabupaten Seram Bagian Timur, Musa Rumakat, mengatakan keterbatasan personel, anggaran, hingga sarana dan prasarana menjadi tantangan utama di tengah kebakaran yang telah berlangsung selama 21 hari terakhir.
"Personel kami di sini hanya sekitar delapan orang. Otomatis kemampuan kami untuk mengatasi seluruh wilayah di Kecamatan Bula memang sangat terbatas," kata Musa kepada wartawan, Senin, 3 Agustus 2026.
Menurut Musa, petugas KPH selalu berupaya merespons setiap laporan kebakaran yang disampaikan masyarakat melalui Call Center 112. Namun, luasnya wilayah yang harus ditangani tidak sebanding dengan jumlah personel yang tersedia.
Ia mengatakan, laporan kebakaran hampir setiap hari diterima sehingga petugas harus bekerja secara bergantian di sejumlah titik api. "Kami selalu turun setiap ada laporan. Tetapi dengan personel yang terbatas, tentu tidak semua lokasi bisa langsung kami tangani," ujarnya.
Selain keterbatasan sumber daya manusia, KPH SBT juga menghadapi minimnya dukungan anggaran untuk operasi pemadaman. Musa mengatakan kondisi tersebut membuat upaya pengendalian kebakaran belum dapat dilakukan secara maksimal, terutama pada titik-titik api yang berada jauh di kawasan hutan.
"Kendala kami saat ini adalah personel dan pendanaan. Itu yang menjadi keterbatasan kami di lapangan," katanya.
Ia menjelaskan, petugas lebih memprioritaskan pemadaman di lokasi yang berada dekat permukiman warga. Sementara kebakaran yang terjadi di kawasan hutan dengan akses sulit belum seluruhnya dapat dijangkau.
"Kalau di area permukiman, kami langsung bergerak. Tetapi kalau kebakaran berada jauh di hutan, apalagi di daerah perbukitan dan pegunungan dengan akses yang sulit, kami tidak bisa menjangkau semuanya," ujar Musa.
Keterbatasan juga terjadi pada sarana pemadaman. Saat ini KPH SBT hanya memiliki satu unit armada pemadam dengan kapasitas tangki air sekitar 600 liter. Menurut Musa, kapasitas tersebut belum memadai untuk menangani kebakaran di area yang luas sehingga petugas harus mengatur penggunaan air secara efisien.
"Kami tidak bisa menghabiskan air di satu titik. Ketika api mulai padam, kami harus segera berpindah ke lokasi lain agar air yang tersedia tetap cukup," katanya.
Selain armada, petugas juga mengandalkan pompa gendong berkapasitas 16 liter yang digunakan secara manual untuk menyemprot titik-titik api. Di tengah keterbatasan tersebut, Musa mengapresiasi petugas Call Center 112 yang terus menyampaikan laporan kebakaran kepada KPH sehingga respons awal tetap dapat dilakukan.
"Kami sangat mengapresiasi Call Center 112 karena mereka terus berkoordinasi dengan kami setiap ada laporan kebakaran," ucapnya.
Berdasarkan analisis geospasial KPH, luas kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Seram Bagian Timur telah mencapai sekitar 280 hektare, dengan rincian 210 hektare di Kecamatan Bula, 42 hektare di Kecamatan Bula Barat, dan 28 hektare di Kecamatan Teluk Waru.
Musa berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan tambahan berupa personel, anggaran, maupun sarana pemadaman agar penanganan karhutla dapat dilakukan lebih optimal, terutama pada musim kemarau ketika potensi kebakaran meningkat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....