Pantang Mundur, Perjuangan Petugas Damkar SBT Jinakkan Karhutla Tuai Apresiasi

  • 02 Agt 2026 17:15 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula– Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, mendapat apresiasi dari masyarakat setelah beberapa sepekan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan belakang Kota Bula selama musim kemarau.

Apresiasi tersebut disampaikan sejumlah warga melalui media sosial setelah beredar foto-foto yang memperlihatkan petugas Damkar dalam kondisi kelelahan. Bahkan, beberapa di antaranya tampak tertidur usai memadamkan kebakaran lahan di sekitar Kantor Pengadilan Agama Dataran Hunimoa, Kota Bula, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Salah satu apresiasi datang dari Ruyanto Rumasukun melalui akun Facebook resminya pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Dalam unggahannya, Ruyanto menyebut para petugas Damkar sebagai garda terdepan yang mempertaruhkan keselamatan demi melindungi masyarakat, permukiman, dan lahan dari kebakaran.

"1000 salut, 1000 apresiasi dan 1000 doa untuk mereka para panglima perang yang saat ini bertarung nyawa melawan si jago merah. Meski lelah dan letih, bahkan mereka sampai pada titik terendah daya tahan tubuh mereka, mereka masih tetap bertahan dengan penuh semangat di garda terdepan," tulis Ruyanto.

Menurut dia, para petugas telah bekerja tanpa mengenal waktu selama hampir satu pekan sehingga layak memperoleh penghargaan dari pemerintah daerah.

"Kamong samua terbaik. Kamong layak mendapatkan lencana emas dari Pemerintah Daerah. Beta tahu bahwa kamong digaji dan tunjangan, tapi bagi beta semua itu tak sebanding dengan risiko yang kamong hadapi," lanjutnya.

Apresiasi serupa disampaikan pemilik akun Facebook Ellean Ozhan melalui postingan yang dibuat pada hari yang sama. Ia menilai para petugas damkar tetap menjalankan tugas meski dalam kondisi kelelahan.

Dalam unggahan tersebut, Ellean Ozhan juga berharap pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur memberikan perhatian terhadap para petugas Damkar.

"Mereka lelah, mereka capek, namun mereka juga tahu tugas dan tanggung jawab. Serta mereka berjuang atas tanah mereka sendiri. Apa jawaban Pemerintah Daerah serta perhatian penuh DPRD SBT untuk mereka Damkar & Api," tulisnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Seram Bagian Timur, Hadi Rumbalifar, mengatakan pihaknya telah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.

Menurut Hadi, laporan kebakaran diterima melalui layanan darurat 112 maupun laporan langsung dari masyarakat kepada petugas Damkar.

"Untuk kebakaran hutan kami tetap siaga. Saya di setiap apel selalu menyampaikan kepada seluruh staf bahwa kita tetap siaga, karena ini kondisi panas dan kapan saja kebakaran bisa terjadi. Kami sering dihubungi oleh 112. Ada juga masyarakat yang langsung telepon ke nomor staf kami yang ada di Damkar," ujar Hadi kepada RRI.CO.ID, Kamis, 23 Juli 2026.

Musim kemarau yang melanda Kabupaten Seram Bagian Timur dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, petugas Damkar terus disiagakan untuk merespons setiap laporan kebakaran agar api tidak meluas dan mengancam kawasan permukiman maupun fasilitas umum.

Apresiasi masyarakat yang muncul melalui media sosial menjadi bentuk dukungan terhadap petugas yang selama beberapa pekan terakhir berada di lapangan untuk mengendalikan kebakaran. Di sisi lain, perhatian terhadap aspek keselamatan, kesejahteraan, dan dukungan operasional bagi petugas juga menjadi harapan yang disampaikan sejumlah warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....