Karhutla Kembali Melanda Kota Bula, Dua Titik Api Ancam Permukiman Warga

  • 01 Agt 2026 10:22 WIB
  •  Bula

RRI.CO.OD, Bula – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, Jumat, 31 Juli 2026 siang. Kebakaran yang terjadi di dua lokasi berbeda itu sempat mengancam permukiman warga dan sebuah tempat ibadah.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.40 WIT. Kondisi cuaca yang panas akibat musim kemarau berkepanjangan membuat lahan kering yang dipenuhi semak belukar mudah terbakar. Api pun dengan cepat membesar hingga memicu kepanikan warga di sekitar lokasi.

Kepala Bidang Pencegahan Kebakaran Kabupaten Seram Bagian Timur, Wahab Rumakat, mengatakan, pihaknya segera mengerahkan personel dan satu unit mobil pemadam kebakaran setelah menerima laporan dari masyarakat.

"Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan personel bersama mobil pemadam menuju lokasi untuk melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas," kata Wahab saat dihubungi wartawan.

Ia menjelaskan, dua titik kebakaran berada di sekitar SD Negeri 8 Bula dan kawasan Jalan Besi Tua, Wailola Besar. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman dengan menyemprotkan air ke titik-titik api yang terus merambat di lahan kering.

Menurut Wahab, tiupan angin dan vegetasi yang mengering akibat musim kemarau membuat kobaran api cepat membesar sehingga menyulitkan proses pemadaman. Karena itu, petugas memprioritaskan titik api yang telah mendekati rumah warga dan tempat ibadah.

"Kami memprioritaskan titik api yang sudah mendekati rumah warga dan tempat ibadah. Syukur, sebelum api merambat lebih jauh, personel berhasil menguasai kondisi di lapangan," ujarnya.

Setelah hampir satu jam berjibaku, petugas berhasil memadamkan seluruh kobaran api sekitar pukul 15.30 WIT. Proses kemudian dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.

Wahab mengungkapkan, karhutla di Kabupaten Seram Bagian Timur telah berulang kali terjadi selama musim kemarau tahun ini. Sejak 10 Juli 2026, sejumlah titik kebakaran muncul akibat kondisi cuaca yang sangat kering.

Ia menduga tingginya suhu udara dan munculnya titik panas menjadi faktor yang membuat lahan lebih mudah terbakar. Karena itu, masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membuang puntung rokok sembarangan.

"Jika melihat adanya titik api, segera laporkan kepada Damkar atau pihak terkait agar bisa segera ditangani sebelum meluas," kata Wahab.

Hingga proses pendinginan selesai dilakukan, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan. Meski demikian, petugas pemadam kebakaran tetap meningkatkan kesiapsiagaan mengingat potensi kebakaran hutan dan lahan masih tinggi selama musim kemarau di Kabupaten Seram Bagian Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....