Karhutla di Bula Dipadamkan, Damkar SBT Tetap Siaga Hadapi Musim Kemarau

  • 23 Jul 2026 19:06 WIB
  •  Bula

RRI.CO ID, Bula - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat melanda Kecamatan Bula telah berhasil dipadamkan. Meski begitu, petugas tetap disiagakan mengingat musim kemarau masih berlangsung.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Seram Bagian Timur, Hadi Rumbalifar, mengatakan hingga Kamis, 23 Juli 2026, tidak ada lagi titik api yang terpantau di wilayah Bula.

"Untuk kebakaran hutan, alhamdulillah sudah tidak ada lagi, namun kami tetap siaga," kata Hadi saat menjadi narasumber dialog interaktif di studio RRI Bula, Kamis,23 Juli 2026.

Menurut Hadi, laporan terkait karhutla umumnya diterima melalui layanan darurat Call Center 112 yang dioperasikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Selain itu, masyarakat juga kerap menghubungi langsung petugas Damkar melalui telepon seluler.

"Kami sering dihubungi oleh 112. Ada juga masyarakat yang langsung telepon ke nomor staf kami yang ada di Damkar," ujarnya.

Setiap laporan yang diterima, lanjut Hadi, langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Langkah cepat tersebut dilakukan agar api tidak meluas hingga mengancam permukiman warga.

"Saya di setiap apel selalu menyampaikan kepada seluruh staf bahwa kita tetap siaga, karena ini kondisi panas dan kapan saja kebakaran bisa terjadi," katanya.

Sebelumnya, karhutla melanda Kecamatan Bula akibat kemarau panjang. Titik api pertama kali terdeteksi pada 13 Juli 2026 dan kemudian menyebar ke sejumlah lokasi yang berdekatan dengan permukiman warga.

Api baru berhasil dipadamkan secara menyeluruh pada Selasa, 21 Juli 2026 melalui kerja sama Damkar, TNI-Polri, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), perusahaan swasta, dan masyarakat.

Sementara itu, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Seram Bagian Timur menduga kuat kebakaran yang terjadi dipicu oleh ulah manusia.

Kepala Seksi Perlindungan, KSDAE, dan Pemberdayaan Masyarakat UPTD KPH Kabupaten Seram Bagian Timur, Ibrahim El, mengatakan dugaan tersebut didasarkan pada hasil pemantauan terhadap sejumlah kejadian kebakaran di wilayah Bula.

"Dari pantauan kami, terkait dengan setiap kejadian kebakaran yang ada di wilayah Bula khususnya, kuat dugaan kami disebabkan oleh faktor kesengajaan," ujar Ibrahim dalam kesempatan yang sama.

Ia menilai kemungkinan kebakaran akibat faktor alam, seperti gesekan alang-alang kering, sangat kecil. "Kalau dari faktor alam yang biasanya dibilang terjadi gesekan-gesekan alang-alang, itu hanya 0,5 persen," katanya.

Ibrahim menjelaskan Kabupaten Seram Bagian Timur merupakan salah satu daerah dengan luas lahan kritis yang cukup besar di Maluku. Dari 11 kabupaten/kota di provinsi tersebut, SBT berada di peringkat keempat dengan luas lahan kritis mencapai 34.256 hektare.

Menurutnya, sebagian besar lahan kritis itu ditumbuhi semak belukar dan alang-alang yang sangat mudah terbakar saat musim kemarau sehingga kebakaran hutan dan lahan terus berulang setiap tahun.

"Luas lahan kritis ini umumnya didominasi oleh semak belukar atau alang-alang yang kemudian menjadi faktor pemicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan dari tahun ke tahun," jelas Ibrahim.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....