Layani 2.198 Penerima, Dapur MBG di SBT Ini Butuh Ratusan Kilogram Daging & Buah Sehari

  • 23 Jul 2026 11:46 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula- Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lemumir, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar setiap kali beroperasi. Untuk sekali produksi, dapur MBG menghabiskan sekitar 300 kilogram daging ayam, 200 kilogram daging sapi, hingga 200 kilogram buah semangka.

Mitra SPPG Lemumir, Abdulah Wajo, mengatakan kebutuhan bahan baku tersebut harus dipenuhi untuk melayani ribuan penerima manfaat setiap hari. Namun, ketersediaan buah masih menjadi tantangan terbesar sejak dapur mulai beroperasi pada 23 Januari 2026.

"Kendala terbesar kami sampai saat ini adalah buah. Kalau sedang musim, kami memanfaatkan buah lokal seperti duku, semangka, dan melon. Tetapi ketika musim berakhir, kami harus mengambil pasokan dari Ambon," kata Abdulah kepada wartawan, Kamis, 23 Juli 2026.

Menurut Abdulah, pemerintah mengarahkan setiap SPPG agar memprioritaskan pembelian bahan pangan dari pedagang lokal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena itu, pihaknya selalu berupaya memenuhi kebutuhan dari pemasok di Seram Bagian Timur sebelum mendatangkan bahan baku dari luar daerah.

Selain buah, pasokan sayuran juga dipengaruhi musim panen. Meski begitu, hingga kini kebutuhan sayuran masih dapat dipenuhi oleh pemasok lokal.

Sementara pasokan ayam dan telur masih relatif aman. Menu MBG sengaja disusun secara bergantian agar pemasok memiliki waktu menyiapkan stok. "Kalau hari ini menu ayam, besok biasanya telur. Kami mengatur jeda agar pemasok bisa memenuhi kebutuhan," ujarnya.

Berbeda dengan ayam dan telur, pasokan ikan belum stabil karena bergantung pada hasil tangkapan nelayan. Akibatnya, menu ikan belum dapat disajikan setiap hari. "Kalau kebetulan nelayan mendapatkan ikan, kami langsung menyesuaikan menu. Baru kemarin kami bisa menyajikan ikan setelah mendapat pasokan dari Kampung Nelayan," katanya.

Abdulah juga mengungkapkan kebutuhan daging sapi untuk operasional dapur MBG terus meningkat. Sejak Idul Adha 2026, dapur SPPG Lemumir telah menghabiskan sedikitnya tujuh ekor sapi.

Saat ini, SPPG Lemumir melayani 2.198 penerima manfaat, terdiri atas 1.804 siswa dan guru serta 394 balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di sejumlah posyandu.

Meski kini sudah terdapat enam dapur SPPG di Kabupaten Seram Bagian Timur yang mengambil pasokan dari wilayah Bula, Abdulah memastikan kebutuhan bahan baku sejauh ini masih dapat dipenuhi karena daerah tersebut masih berada pada musim buah.

"Selama musim buah masih ada, pasokan relatif aman. Yang menjadi tantangan adalah ketika musim berakhir dan kami harus mencari pasokan dari luar daerah," ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....