Layani Ribuan Penerima, Pasokan Buah Jadi Kendala Utama SPPG Lemumir SBT
- 23 Jul 2026 11:47 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula – Ketersediaan bahan baku, terutama buah-buahan, masih menjadi tantangan utama bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lemumir di Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mitra SPPG Lemumir, Abdulah Wajo, mengatakan kendala tersebut telah dihadapi sejak dapur mulai beroperasi pada 23 Januari 2026.
Pasokan buah lokal yang bergantung pada musim membuat pihaknya kerap harus mendatangkan buah dari Ambon untuk memenuhi kebutuhan menu harian. "Kendala terbesar kami sampai saat ini adalah buah. Kalau sedang musim, kami memanfaatkan buah lokal seperti duku, semangka, dan melon. Tetapi ketika musim berakhir, kami harus mengambil pasokan dari Ambon," kata Abdulah kepada wartawan, Kamis, 23 Juli 2026.
Menurut dia, pemerintah mendorong SPPG untuk mengutamakan pembelian bahan pangan dari pedagang lokal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena itu, SPPG Lemumir selalu memaksimalkan pasokan dari wilayah Seram Bagian Timur sebelum mencari bahan baku dari luar daerah.
Selain buah, pasokan sayuran juga dipengaruhi ketersediaan hasil panen. Namun, hingga saat ini kebutuhan sayur masih dapat dipenuhi dari pemasok lokal. Untuk sumber protein, Abdulah mengatakan pasokan ayam dan telur masih relatif aman. Menu disusun secara bergantian agar pemasok memiliki waktu menyiapkan kebutuhan harian.
"Kalau hari ini menu ayam, besok biasanya telur. Kami mengatur jeda agar pemasok bisa memenuhi kebutuhan," ujarnya.
Sementara itu, pasokan ikan masih menjadi tantangan karena hasil tangkapan nelayan tidak selalu tersedia. Akibatnya, menu ikan belum bisa disajikan secara rutin kepada para penerima manfaat.
"Kalau kebetulan nelayan mendapatkan ikan, kami langsung menyesuaikan menu. Baru kemarin kami bisa menyajikan ikan setelah mendapat pasokan dari Kampung Nelayan," katanya.
Dalam sekali produksi, SPPG Lemumir membutuhkan sekitar 300 kilogram daging ayam, 200 kilogram semangka, serta sekitar 200 kilogram daging sapi. Sejak Idul Adha 2026, kebutuhan daging sapi untuk operasional dapur tercatat telah mencapai tujuh ekor.
Saat ini SPPG Lemumir melayani 2.198 penerima manfaat yang terdiri atas 1.804 siswa dan guru serta 394 balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di sejumlah posyandu.
Abdulah mengatakan, meski kini telah terdapat enam dapur SPPG di Kabupaten Seram Bagian Timur yang sama-sama mengambil pasokan bahan pangan dari wilayah Bula, kebutuhan bahan baku sejauh ini masih dapat dipenuhi karena daerah tersebut masih memasuki musim buah lokal.
"Selama musim buah masih ada, pasokan relatif aman. Yang menjadi tantangan adalah ketika musim berakhir dan kami harus mencari pasokan dari luar daerah," ujar Abdulah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....