SPPG Lemumir SBT Layani 2.198 Penerima Manfaat Program MBG, Ini Target ke Depan

  • 23 Jul 2026 11:48 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lemumir di Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, saat ini sudah melayani 2.198 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring peningkatan jumlah siswa pada tahun ajaran baru dan perluasan layanan ke sejumlah posyandu.

Mitra SPPG Lemumir, Abdulah Wajo, mengatakan dari total penerima manfaat tersebut, sebanyak 1.804 orang merupakan siswa dan guru dari 16 sekolah, sedangkan 394 lainnya terdiri atas balita, ibu hamil, dan ibu menyusui yang menerima layanan melalui posyandu.

"Untuk sekolah, kami melayani 16 sekolah mulai dari PAUD, TK hingga SMP. Sementara penerima manfaat di posyandu mencapai 394 orang," kata Abdulah kepada wartawan, Kamis, 23 Juli 2026.

Ia menjelaskan, layanan posyandu saat ini mencakup Posyandu Lemumir, Kampung Gorom, Sesar, Kampung Nelayan, dan Sesar Kampung. Dalam waktu dekat, SPPG Lemumir berencana memperluas jangkauan layanan ke Posyandu Englas.

Menurut Abdulah, perluasan layanan tersebut masih menunggu tambahan wadah makan (ompreng) yang saat ini jumlahnya belum mencukupi. "Posyandu Englas menjadi prioritas karena masih terdapat kasus stunting yang perlu mendapat perhatian. Kami menargetkan paling lambat pertengahan bulan depan sudah bisa melayani wilayah tersebut," ujarnya.

Selain penambahan penerima manfaat dari posyandu, jumlah siswa penerima program juga meningkat setelah dimulainya tahun ajaran baru.

Saat ini jumlah siswa penerima manfaat mencapai 1.804 orang, meningkat dibandingkan sebelumnya sekitar 1.700 orang.

Meski demikian, layanan SPPG Lemumir masih terbatas untuk jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP.

Rencana memperluas program hingga SMA dan SMK masih menunggu kebijakan pemerintah. Abdulah mengatakan pihaknya juga menargetkan penambahan penerima manfaat dari sejumlah pondok pesantren, di antaranya pesantren di kawasan Pantai Wisata Gumumae dan wilayah Englas.

"Sesuai arahan, target kami mencapai 3.000 penerima manfaat. Saat ini jumlahnya memang belum mencapai target tersebut," katanya.

Di balik peningkatan jumlah penerima manfaat, SPPG Lemumir masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan bahan baku, terutama buah dan sayuran. Abdulah mengatakan, sejak dapur mulai beroperasi pada 23 Januari 2026, ketersediaan buah menjadi kendala utama karena produksi buah lokal sangat bergantung pada musim.

"Kalau sedang musim, kami memanfaatkan buah lokal seperti duku, semangka, dan melon. Namun saat stok habis, kami harus mendatangkan buah dari Ambon," ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah mendorong SPPG memprioritaskan pembelian bahan pangan dari pedagang lokal dan pelaku UMKM. Karena itu, pihaknya berupaya memaksimalkan pasokan dari Kabupaten Seram Bagian Timur sebelum membeli dari luar daerah.

Sementara untuk kebutuhan protein hewani, pasokan ayam dan telur masih dapat dipenuhi oleh pemasok lokal. Namun, ketersediaan ikan masih belum stabil sehingga menu ikan belum bisa disajikan secara rutin.

"Dalam sekali produksi kami membutuhkan sekitar 300 kilogram ayam, 200 kilogram semangka, dan sekitar 200 kilogram daging sapi. Sejak Idul Adha lalu, kebutuhan daging sapi sudah mencapai tujuh ekor," kata Abdulah.

Ia mengungkapkan, menu harian disusun secara bergantian antara ayam, telur, ikan, dan daging agar kebutuhan gizi penerima manfaat tetap terpenuhi.

"Saat kami mendapatkan pasokan ikan dari Kampung Nelayan, menu langsung kami sesuaikan. Kendala terbesar sampai sekarang tetap pada ketersediaan buah," ujarnya.

Saat ini terdapat enam dapur SPPG yang beroperasi di Kabupaten Seram Bagian Timur. Meskipun sebagian dapur mengambil pasokan sayur dan buah dari wilayah Bula, Abdulah memastikan kebutuhan bahan pangan sejauh ini masih dapat dipenuhi karena sedang memasuki musim panen buah lokal.

"Selama musim buah masih ada, pasokan relatif aman. Yang menjadi tantangan adalah ketika musim berakhir dan kami harus mencari pasokan dari luar daerah," ujar Abdulah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....