Tabulik Institut Dukung Hilirisasi Sagu SBT Masuk PSN

  • 19 Jun 2026 18:05 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula - LSM Tabulik Institut mendukung langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) yang mengusulkan program hilirisasi sagu menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN). Ketua Tabulik Institut Junedi Mahad mengatakan Kabupaten SBT memiliki posisi penting dalam pengembangan sagu nasional. Dari total potensi lahan sagu di Maluku yang mencapai sekitar 36.000 hektare, SBT menjadi penyumbang sekitar 97 persen produksi sagu di provinsi tersebut.

"Kami memberikan dukungan dan apresiasi kepada Bupati Fachri Husni Alkatiri dan Wakil Bupati M. Miftah Thoha R. Wattimena yang terus memperjuangkan program hilirisasi sagu ke pemerintah pusat agar ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional," kata Junedi, Jumat, 19 Juni 2026.

Menurut mantan Ketua KPU Seram Bagian Timur ini, upaya tersebut sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengembangan komoditas sagu yang banyak terdapat di kawasan Indonesia Timur. Lembaganya kata Junedi juga mengapresiasi optimisme Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri yang terus memperjuangkan sagu sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi sesuai arah kebijakan pemerintah pusat.

"Tabulik institut memberikan apresiasi kepada bupati Seram Bagian Timur yang selalu optimis dalam memperjuangkan Sagu sebagai komoditas ekonomi tinggi ke pemerintah pusat untuk ditetapkan dalam PSN sesuai instruksi presiden prabowo, " ujarnya.

Sementara itu, Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri sebelumnya mengungkapkan adanya sinyal positif terhadap pengembangan hilirisasi sagu di daerahnya. Salah satunya ditandai dengan dibukanya menu Dana Alokasi Khusus (DAK) di Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Yang paling penting tanda-tanda baiknya sudah kelihatan dengan dibukanya menu dana alokasi khusus di tiga kementerian dan temanya adalah hilirisasi sagu," ujar Alkatiri saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) e-Katalog di Aula Pendopo SBT, Selasa, 9 Juni 2026.

Alkatiri menjelaskan, dari sekitar 500 kabupaten dan provinsi di Indonesia, hanya 29 daerah yang memperoleh DAK dari Kementerian Pertanian. Kabupaten SBT menjadi salah satu daerah yang masuk dalam daftar penerima.

Selain itu, Kementerian Perindustrian juga membuka program bantuan pengembangan sentra industri kecil untuk tiga daerah, yakni SBT, Nias dan Lingga yang difokuskan pada hilirisasi sagu. Di sektor infrastruktur, Kementerian PU disebut telah membuka peluang pendanaan untuk pembangunan lima ruas jalan poros yang menghubungkan kawasan sagu dengan sentra industri pengolahan.

"Untuk Maluku, Maluku Utara dan seluruh Papua, hanya SBT yang dibuka menu dana alokasi khusus itu," katanya.

Meski besaran anggaran belum dipastikan, Alkatiri memperkirakan jika masing-masing kementerian mengalokasikan Rp20 miliar hingga Rp25 miliar, maka total dana yang berpotensi masuk ke SBT dapat mencapai sekitar Rp75 miliar.

Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab SBT menyiapkan langkah-langkah konkret guna mendukung terwujudnya SBT sebagai lokus PSN hilirisasi sagu.

"Ini tanda yang baik. Saya minta semua OPD memikirkan apa yang bisa disumbangkan untuk menyukseskan SBT menjadi lokus PSN hilirisasi sagu," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....