Kabut Asap Tebal Selimuti Bula Pagi Hari, Stok Masker Dinkes Terbatas
- 07 Okt 2026 10:41 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula — Beberapa hari terakhir, Kabut asap tebal menyelimuti wilayah kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, terutama di pagi hari. Warga mengeluh lantaran asap tebal mengganggu aktivitas di pagi hari, juga membuat sesak pernapasan terutama anak-anak sekolah.
Dinas Kesehatan menyatakan terus melakukan langkah penanganan terhadap kondisi udara berkabut atau kabut asap yang terjadi di wilayah tersebut. Penanganan sejauh ini dilakukan melalui sejumlah Puskesmas yang berada di wilayah kabupaten setempat.
Plt Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan SBT, Usman Rumadan, mengatakan Puskesmas telah bergerak melakukan upaya penanganan, termasuk pembagian masker kepada masyarakat.
“Sejauh ini Puskesmas-Puskesmas sudah bergerak membagikan masker,” kata Usman.
Usman menyebut, beberapa minggu sebelumnya, sejumlah Puskesmas telah membagikan masker kepada masyarakat. Pembagian masker juga dilakukan oleh organisasi profesi, seperti Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Namun, pembagian masker tersebut belum dapat dilakukan secara menyeluruh kepada seluruh masyarakat akibat keterbatasan stok masker.
Terkait kemungkinan pembagian masker secara masif kepada masyarakat, Usman mengatakan pihaknya masih menunggu arahan dari Kepala Dinas.
“Sejauh ini kami menunggu arahan dari pimpinan untuk melakukan pembagian masker itu kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain menunggu arahan, Dinas Kesehatan juga mempertimbangkan ketersediaan stok masker yang dimiliki. Menurut Usman, stok yang tersedia saat ini lebih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di Puskesmas.
“Masker yang ada itu hanya bisa dibagikan ke Puskesmas untuk tenaga medis,” jelasnya.
Ia mengatakan, jika seluruh stok masker yang tersedia digunakan untuk dibagikan kepada masyarakat secara massal, persediaan tersebut dikhawatirkan akan habis. Kondisi itu berpotensi menyulitkan Dinas Kesehatan ketika harus memenuhi kebutuhan masker bagi Puskesmas.
Keterbatasan stok masker juga dirasakan ketika salah SD Negeri 6 Bula mengajukan permohonan bantuan masker bagi para siswanya. Usman menyebut sekolah tersebut memiliki sekitar 700 siswa. Dengan jumlah tersebut, Dinas Kesehatan tidak mampu menyediakan masker untuk seluruh siswa.
“Karena jumlah siswa itu di SD kurang lebih 700 siswa. Dengan segala hormat, karena kita punya kebutuhan logistik, terutama masker ini, kalau kita membagikan, maka semua, 20 persen saja tidak mungkin bisa kebagian masker itu,” katanya.
Meski demikian, Dinas Kesehatan tetap berupaya memberikan masker dalam jumlah terbatas untuk membantu mengantisipasi kondisi udara berasap, khususnya di wilayah Kota Bula. Dinas Kesehatan Kabupaten SBT hingga kini masih mengandalkan Puskesmas sebagai ujung tombak penanganan di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....