Warga Bula Diimbau Waspada Paparan Asap Karhutla

  • 14 Sep 2026 11:24 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula- Masyarakat di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Warga diminta menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara masih dipengaruhi asap.

Imbauan tersebut disampaikan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang SBT bersama Kelompok Kerja (Pokja) IV Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) SBT saat membagikan masker gratis kepada masyarakat di sejumlah titik di Kota Bula, Minggu,13 September 2026.

Ketua Pengurus Cabang IBI SBT Suhartini mengatakan paparan asap karhutla berpotensi mengganggu kesehatan, terutama saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat diminta melakukan langkah pencegahan selama kondisi udara masih berasap.

"Masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan mengurangi kegiatan di luar ruangan apabila kondisi udara masih berasap," kata Suhartini.

Suhartini yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan SBT mengatakan perhatian lebih perlu diberikan kepada kelompok rentan. Mereka antara lain bayi dan balita, anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Menurutnya, kelompok tersebut lebih membutuhkan perlindungan selama kualitas udara terdampak asap karhutla.

IBI dan Pokja IV TP-PKK SBT juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang muncul setelah terpapar asap. Warga diminta segera mendapatkan pemeriksaan apabila mengalami gangguan pernapasan.

"Segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk, atau gangguan pernapasan lainnya," ujarnya.

Selain menyampaikan imbauan, IBI dan Pokja IV TP-PKK SBT membagikan masker gratis kepada warga dan pengendara di sejumlah lokasi, di antaranya kawasan jalan protokol, pertigaan Likus, Masjid Raya Al-Ikhwan Bula, hingga kawasan Pasar Gumumae Bula.

Pembagian masker tersebut dilakukan sebagai langkah promotif dan preventif untuk membantu mengurangi paparan asap karhutla terhadap masyarakat.

Kabut asap diketahui telah menyelimuti wilayah Kota Bula dan sekitarnya sejak beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut terutama terasa pada pagi hari dan berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah tersebut sejak pertengahan Juli 2026.

Kondisi kabut asap dikeluhkan warga karena paparan asap yang terhirup menyebabkan sejumlah keluhan, seperti sesak napas dan iritasi mata.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....