Cegah Paparan Asap Karhutla, IBI Bagikan Masker Gratis ke Warga Bula

  • 14 Sep 2026 11:22 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula - Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, bersama Kelompok Kerja (Pokja) IV Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) SBT membagikan masker gratis kepada warga di tengah kondisi udara yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Aksi peduli kesehatan tersebut digelar di sejumlah ruas jalan di Kota Bula, Minggu, 13 September 2026. Masker dibagikan terutama kepada warga dan pengendara yang tetap beraktivitas di luar rumah saat udara masih dipengaruhi asap karhutla.

Ketua Pengurus Cabang IBI SBT, Suhartini, mengatakan kegiatan itu merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat menyusul karhutla yang terjadi di Kota Bula dan sekitarnya.

"Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat menyusul terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kota Bula dan sekitarnya, IBI bersama Pokja IV TP-PKK Kabupaten SBT melaksanakan aksi pembagian masker kepada masyarakat di Kota Bula," kata Suhartini.

Suhartini yang juga menjabat Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan SBT mengatakan pembagian masker dilakukan di sejumlah titik. Di antaranya kawasan jalan protokol, pertigaan Likus, Masjid Raya Al-Ikhwan Bula, hingga kawasan Pasar Gumumae Bula.

Menurutnya, penggunaan masker menjadi salah satu langkah promotif dan preventif untuk membantu mengurangi paparan asap karhutla yang berpotensi mengganggu kesehatan, khususnya saluran pernapasan.

"Aksi ini merupakan langkah promotif dan preventif untuk membantu mengurangi paparan asap karhutla yang dapat mengganggu kesehatan, khususnya kesehatan saluran pernapasan," ujarnya.

IBI dan Pokja IV TP-PKK SBT mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kualitas udara masih dipengaruhi asap karhutla.

Kelompok rentan seperti bayi dan balita, anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan diminta mendapat perhatian lebih selama kondisi tersebut berlangsung.

Masyarakat juga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi apabila kondisi udara masih dipenuhi asap.

"Segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk, atau gangguan pernapasan lainnya," kata Suhartini.

Kabut asap diketahui telah menyelimuti wilayah Kota Bula dan sekitarnya sejak beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut terutama terasa pada pagi hari dan berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah tersebut sejak pertengahan Juli 2026.

Kondisi kabut asap dikeluhkan warga karena paparan asap yang terhirup menyebabkan sejumlah keluhan, seperti sesak napas dan iritasi mata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....