Kabut Asap Karhutla Ganggu Warga Bula, Dinkes SBT Diminta segera Turun Tangan

  • 31 Agt 2026 16:27 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini mulai mengganggu aktivitas warga karena bau asap yang menyengat dan membuat pernapasan terasa tidak nyaman.

Kabut asap disebut paling terasa pada pagi hari. Warga mengaku harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang dipenuhi asap, sementara penanganan terhadap karhutla dinilai perlu segera dilakukan oleh pemerintah.

Seorang warga Kota Bula, Ria S, mengatakan kabut asap sudah dirasakan dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut cukup mengganggu aktivitas warga, terutama mereka yang harus keluar rumah sejak pagi.

"Pagi hari kami sudah harus berhadapan dengan kabut asap yang menyelimuti Kota Bula. Bau asap sangat menyengat dan membuat pernapasan tidak nyaman," ujar Ria kepada wartawan, Senin, 31 Agustus 2026.

Ria meminta pemerintah daerah tidak membiarkan persoalan karhutla berlarut-larut. Menurut dia, selain berdampak terhadap kualitas udara, kabut asap juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat apabila kondisi tersebut terus berlangsung.

"Pemerintah harus segera mengambil langkah nyata untuk menangani karhutla ini, jangan sampai masyarakat terus menjadi korban," katanya.

Di tengah kondisi udara yang dipenuhi asap, Ria juga meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Timur mengambil langkah perlindungan terhadap warga. Salah satunya dengan membagikan masker kepada masyarakat yang terdampak kabut asap.

Menurut Ria, pembagian masker perlu menjadi langkah cepat untuk membantu warga mengurangi paparan asap, terutama bagi kelompok masyarakat yang dinilai lebih rentan terhadap gangguan akibat kualitas udara yang buruk.

"Kami juga meminta Dinas Kesehatan segera membagikan masker kepada warga yang terdampak, khususnya anak-anak, lansia, dan masyarakat yang setiap hari harus beraktivitas di luar rumah," ujarnya.

Ia berharap pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan titik karhutla, tetapi juga memperhatikan dampak yang sudah dirasakan masyarakat di kawasan permukiman.

Kabut asap yang menyelimuti Kota Bula membuat warga berharap adanya respons cepat dari pemerintah daerah. Informasi mengenai kondisi udara, sumber asap, hingga langkah penanganan karhutla dinilai penting agar masyarakat dapat menentukan langkah perlindungan diri.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Timur terkait keluhan warga mengenai kabut asap yang menyelimuti Kota Bula.

Pemerintah daerah diharapkan segera memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai kondisi kabut asap serta langkah yang akan dilakukan untuk menangani karhutla dan melindungi warga yang terdampak.

Sebab, jika kabut asap terus bertahan tanpa penanganan dan informasi yang jelas, masyarakat bukan hanya menghadapi terganggunya aktivitas sehari-hari, tetapi juga risiko paparan asap dalam jangka waktu yang tidak diketahui.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....