Pasien dari Gorom Dirujuk ke Ambon, DPRD SBT Sorot Kondisi Anggaran RSUD Bula

  • 15 Agt 2026 19:55 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula- Ketika sakit dan membutuhkan penanganan lebih lanjut, warga di wilayah Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, masih harus menghadapi perjalanan panjang. Pasien yang tak bisa ditangani di RSUD Bula terpaksa dirujuk hingga Masohi bahkan Ambon.

Kondisi itu menjadi perhatian anggota DPRD SBT, Rudi Rumodar. Dia meminta pemerintah daerah memperkuat anggaran kesehatan, khususnya untuk RSUD Bula, agar masyarakat tidak selalu harus mencari pelayanan medis ke luar daerah.

Rudi menyampaikan hal tersebut dalam rapat paripurna penyampaian Nota Pengantar KUPA-PPAS Perubahan APBD SBT, Jumat (14/8/2026).

"Beberapa bulan terakhir ini banyak pasien juga yang dirujuk ke Ambon. Ini juga harus menjadi perhatian pemerintah daerah," kata Rudi.

Menurut Rudi, persoalan tersebut bukan sekadar soal anggaran, tetapi menyangkut masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Jarak yang harus ditempuh pasien untuk mendapatkan penanganan medis menjadi beban tersendiri, terutama bagi warga dari wilayah kepulauan.

Dia menilai pemerintah daerah perlu melihat secara serius kondisi RSUD Bula ketika menyusun anggaran perubahan. "Saya kira kondisi kesehatan kita di RSUD Bula saat ini sangat membutuhkan sekali pemerintah daerah. Mestinya cukup serius melihat kondisi kesehatan kita di Kabupaten Seram Bagian Timur," ujarnya.

Rudi mengatakan anggaran RSUD Bula saat ini masih terbatas. Padahal, kebutuhan rumah sakit tidak hanya berkaitan dengan fasilitas, tetapi juga ketersediaan tenaga medis, termasuk dokter.

Menurut dia, Dinas Kesehatan SBT sebelumnya telah beberapa kali menyampaikan perkembangan terkait tenaga dokter. Namun, persoalan tersebut dinilai sulit diselesaikan jika tidak diikuti dukungan anggaran yang cukup.

"Kalau misalnya tidak didukung dengan anggaran yang cukup juga mungkin masalah di RSUD Bula kita saat ini tidak terselesaikan," katanya.

Rudi mengaku telah berdiskusi dengan Direktur RSUD Bula untuk mengetahui kondisi pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

Dari pembicaraan itu, kata Rudi, keterbatasan kemampuan keuangan daerah menjadi salah satu alasan pasien masih banyak dirujuk ke Masohi dan Ambon.

"Saya tanya, kenapa sampai pasien kita banyak dirujuk di Ambon ke Masohi, yang menjawab bahwa ini memang kondisi keuangan daerah kita saat ini, kesehatan," tuturnya.

Rudi berharap pembahasan APBD Perubahan tahun ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki pelayanan kesehatan di SBT. Dia secara khusus meminta agar warga dari Gorom yang membutuhkan pelayanan medis tidak harus terus dirujuk semakin jauh ke Masohi atau Ambon.

"Oleh karena itu, momentum malam ini kita membahas APBD Perubahan ini. Saya kira menjadi catatan penting untuk pemerintah daerah untuk melihat kondisi RSUD Bula saat ini," ujarnya.

"Supaya pasien-pasien kita yang akan dirujuk dari Gorom ini tidak lagi lanjut lagi ke Masohi maupun ke Ambon. Itu menjadi perhatian pemerintah daerah," sambung Rudi.

Bagi Rudi, penguatan RSUD Bula bukan hanya persoalan menambah anggaran, melainkan upaya memastikan warga SBT bisa mendapatkan pelayanan kesehatan sedekat mungkin dengan tempat tinggal mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....