Pemkab SBT Perkuat Peran Nakes dalam Transformasi Posyandu 6 Bidang SPM

  • 17 Jul 2026 10:57 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) melalui Dinas Kesehatan menggelar orientasi pembinaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) bidang kesehatan bagi tenaga kesehatan (nakes) puskesmas. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas nakes dalam mendukung transformasi Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang lebih terpadu.

Kegiatan yang berlangsung di Lantai III Hotel Surya, Kota Bula, Kamis, 16 Juli 2026, dibuka oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes SBT, Suhartini.

Dalam sambutannya, Suhartini menyampaikan orientasi tersebut memiliki nilai strategis dalam memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.

"Orientasi ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan pemahaman dan kapasitas tenaga kesehatan dalam melakukan pembinaan Posyandu," kata Suhartini.

Ia menjelaskan, Posyandu saat ini memasuki tahap transformasi setelah diterbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu.

Melalui regulasi tersebut, peran Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi berkembang menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam mendukung pelaksanaan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Enam bidang tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.

"Transformasi ini sekaligus memperkuat fungsi pembinaan, koordinasi lintas sektor, serta peningkatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia," ujar Suhartini.

Ia mengatakan Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang memiliki peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Menurut dia, sejalan dengan perubahan pelayanan kesehatan dan kebijakan pemerintah, Posyandu diharapkan mampu menjadi wadah pelayanan yang terpadu, responsif, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat dalam setiap tahapan kehidupan.

"Tenaga kesehatan memiliki peran penting sebagai pembina, pendamping, sekaligus penggerak dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan Posyandu," jelasnya.

Suhartini menambahkan, pembinaan yang optimal akan memperkuat kemampuan kader Posyandu sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih berkualitas, efektif, dan mampu menjangkau seluruh sasaran.

Orientasi pembinaan tersebut juga bertujuan menyamakan persepsi, meningkatkan pemahaman, serta memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam melaksanakan pembinaan Posyandu 6 SPM, khususnya pada bidang kesehatan.

Ia berharap para peserta dapat mengikuti kegiatan dengan serius, aktif berdiskusi, serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh di wilayah kerja masing-masing.

"Keberhasilan Posyandu tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan dan kader, tetapi juga membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, puskesmas, pemerintah desa dan kelurahan, Tim Pembina Posyandu, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat," ujarnya.

Menurut Suhartini, sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas, mudah diakses, dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri para kepala puskesmas dan penanggung jawab program promosi kesehatan di Kabupaten Seram Bagian Timur.

Suhartini mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk terus memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

"Jadikan pembinaan Posyandu sebagai upaya bersama untuk mempercepat peningkatan status kesehatan ibu, bayi, balita, remaja, usia produktif, hingga lanjut usia sehingga pembangunan kesehatan dapat tercapai secara optimal," pungkasnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....