PKK SBT Santuni Dua Balita Gizi Buruk di RSUD Bula

  • 17 Apr 2026 16:31 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula - Tim Penggerak PKK Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, menyalurkan bantuan kepada dua balita penderita gizi buruk yang tengah menjalani perawatan di RSUD Bula, Jumat, 17 April 2026. Bantuan tersebut diserahkan dalam kunjungan yang yang dilakukan oleh pengurus Pokja 4 TP PKK SBT. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan kepada keluarga pasien.

Salah satu pengurus Pokja 4 TP PKK SBT, Deni Agus Panca Susanti, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan program simpatik PKK untuk mendukung masyarakat yang terdampak kasus gizi buruk.

“Ini kegiatan simpatik dari Ibu Ketua PKK Seram Bagian Timur yang dalam hal ini diwakili oleh Ibu Sekda. PKK bukan ingin ikut campur, tetapi memberikan support kepada masyarakat yang menjadi penderita gizi buruk,” ujarnya di sela-sela kunjungan.

Ia menjelaskan, selama ini Dinas Kesehatan telah maksimal memberikan pelayanan melalui berbagai program seperti CKG dan posyandu. Namun, PKK hadir untuk memberikan dukungan tambahan, khususnya kepada keluarga pasien.

“Kalau ada kasus seperti ini, PKK hadir untuk memberikan support, terutama kepada keluarga agar ke depan kasus serupa bisa dicegah dan tidak terjadi kembali,” tambahnya.

Adapun bantuan yang diberikan berupa kebutuhan dasar pasien seperti diapers dan susu khusus yang diformulasikan untuk meningkatkan berat badan balita. Bantuan tersebut disesuaikan dengan rekomendasi tenaga medis.

Selain itu, PKK juga memberikan bantuan uang tunai kepada keluarga pasien. Namun, pihak keluarga diingatkan agar bantuan tersebut digunakan sesuai kebutuhan pengobatan anak.

“Ada juga bantuan uang tunai, tetapi sudah dipesankan agar digunakan untuk kebutuhan pasien, bukan untuk keperluan pribadi,” tegasnya.

PKK berharap melalui kunjungan ini, keluarga pasien dapat merasakan perhatian pemerintah sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan gizi buruk.

Sementara itu, Direktur RSUD Bula, dr. Deny Suryana, mengungkapkan bahwa kedua balita tersebut berasal dari kecamatan berbeda dan masuk rumah sakit dengan keluhan awal yang tidak langsung mengarah pada gizi buruk.

Pasien pertama, Nadia Voth (3 tahun 7 bulan) asal Desa Lahema, Kecamatan Kesui Watubela, telah menjalani perawatan selama dua hari. Ia awalnya dibawa ke rumah sakit karena batuk dan pilek.

“Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata mengarah ke gizi buruk, sehingga langsung kami lakukan perawatan,” jelas dr. Deny.

Sementara itu, pasien kedua, Nazrul Henlau (1 tahun 9 bulan) asal Desa Salas, Kecamatan Bula, datang dengan keluhan diare. Namun setelah diperiksa, diketahui berat badannya berada di bawah standar.

“Kedua pasien datang di waktu berbeda. Nadia sudah dua hari dirawat, sedangkan Nazrul baru masuk sehari sebelumnya,” katanya.

Saat masuk rumah sakit, berat badan Nadia tercatat hanya 8 kilogram, sedangkan Nazrul 6 kilogram, angka yang dinilai cukup jauh di bawah standar usianya.

Saat ini, kondisi kedua pasien mulai membaik dari keluhan awal. Tim medis kini fokus pada pemulihan status gizi untuk mencapai kondisi gizi yang baik.

“Keluhan utama sudah membaik. Sekarang kami fokus menangani gizi buruknya. Tim dokter juga masih mengkaji penyebabnya, apakah ada penyakit penyerta atau murni karena gizi buruk,” pungkasnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....