Pengadaan Obat Dinkes SBT Tahun 2025 ternyata Ditangani 10 Perusahaan
- 15 Apr 2026 22:55 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula-Menjawab tudingan adanya praktik monopoli perusahaan tertentu dalam kegiatan pengadaan obat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Maluku, Plt Kepala Dinkes setempat, Punira Kilwalaga angkat bicara.
Punira menegaskan tudingan tersebut sangat tidak berdasar, lebih tepatnya sarat sentimen. Nyatanya pada tahun 2025 kemarin, pengadaan obat di Dinkes setempat ditangani bukan oleh satu saja perusahaan distributor, melainkan 10 perusahaan.
Diantara 10 perusahaan tersebut sebagian beralamat di Bula, beberapa lainnya di kota Ambon dan separuhnya lagi beralamat di luar Maluku. Mereka semua merupakan perusahaan yang terdaftar sebagai distributor resmi perusahaan penyedia (industri farmasi) yang ada di Indonesia.
"Jadi yang tentukan distributor itu adalah perusahaan penyedia (pabrik), bukan kita di Dinkes. Pabrik menunjuk perusahaan distributor untuk mendistribusi produknya, bukan kita," tandas Punira dalam konferensi pers di kantornya, Rabu 8 April 2026.
Sepuluh distributor itu antara lain PT Sedeka Utama Sejahtera, PT Ammar Cahaya Farma, PT Medquest Jaya Global, PT Trisapta Jaya, PT Adya Artha Abadi, PT Gatra Persada, PT Kimia Farma, PT Mutiara Farma, PT Endo Indonesia dan Citra Liris Fharmasi.
Punira menjelaskan pengadaan obat oleh Dinkes setempat dilakukan melalui e-katalog (e-purchasing). Melalui sistem e-katalog pengadaan obat dapat lebih transparan, efisien dan terintegrasi.
Prosesnya dimulai dari penyusunan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) oleh fasilitas kesehatan, pemilihan produk di sistem E-Katalog LKPP, hingga pengiriman barang oleh industri farmasi melalui perusahaan distributor yang ditunjuk industri farmasi itu sendiri.
Sementara disinggung mengenai PT Ammar Cahaya Farma milik suaminya yang turut sebagai salah satu perusahaan distributor, Punira membeberkan perusahaan kepunyaan suaminya itu merupakan satu-satunya distributor resmi yang sejak beberapa tahun lalu ditunjuk PT Novapharin (industri farmasi) untuk melayani distribusi obat di wilayah Maluku dan Maluku Utara.
"Contoh ya, pengiriman obat ke Kabupaten Buru Selatan, jarak antara Ambon dengan kabupaten tersebut kan sangat dekat. Tapi mengapa tidak perusahaan yang ada di Ambon saja, itu karena PT Ammar Cahaya Farma satu-satunya distributor resmi PT Novapharin. Kemarin juga pengiriman ke RSUD Masohi dan Maluku Utara," pungkas Punira.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....