Vinny Rumalesin Kembali Pimpin IDI Cabang SBT Periode 2025–2028

  • 30 Okt 2025 18:41 WIB
  •  Bula

KBRN,Bula: Dokter Vinny S. Rumalesin kembali dipercaya memimpin Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) untuk periode 2025–2028. Pelantikan digelar di Gedung Serbaguna Dinas Kesehatan SBT, Kamis (30/10/2025).

Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua IDI Wilayah Maluku, dr. M. Saleh Tualeka, yang juga mengambil sumpah seluruh pengurus IDI Cabang Kabupaten SBT masa bakti 2025–2028.

Kegiatan yang mengusung tema "Inovasi dan Kolaborasi untuk Memajukan Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Timur" ini turut dihadiri Anggota Komisi VIII DPR RI Alimudin F. Kolatlena, Wakil Bupati SBT M. Miftah Thoha R. Wattimena, unsur Forkopimda, serta para pimpinan organisasi perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten SBT.

Usai pelantikan, dr. Vinny menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Ia menegaskan komitmen IDI untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan di SBT.

“Alhamdulillah, seluruh puskesmas di Seram Bagian Timur saat ini sudah terpenuhi tenaga dokternya, baik dari ASN maupun program Nusantara Sehat,” ujar dr. Vinny.

“Ke depan, kami akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan organisasi profesi lain untuk meningkatkan kompetensi dokter serta bersama-sama menyelesaikan berbagai permasalahan kesehatan di wilayah ini,” lanjutnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati SBT M. Miftah Thoha R. Wattimena menyebut pelantikan ini menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.

“Sebagai organisasi profesi, IDI memegang peran vital dalam memastikan tenaga medis memiliki kompetensi tinggi dan menjunjung etika profesi,” katanya.

Miftah juga mengapresiasi kontribusi IDI dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Serta mendukung pemerintah daerah menyediakan layanan yang lebih baik.

“Tantangan dunia kesehatan kita masih besar, mulai dari keterbatasan tenaga medis di wilayah terpencil hingga fasilitas kesehatan yang belum memadai. Namun dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat dan organisasi profesi seperti IDI, kita optimistis bisa mengatasinya,” ujarnya.

Ia menutup sambutan dengan ajakan untuk memperkuat kolaborasi demi mewujudkan visi daerah “Seram Bagian Timur yang sehat, cerdas, sejahtera dan berbudi luhur.”

Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Maluku dr. M. Saleh Tualeka menyoroti masih adanya sejumlah persoalan mendasar di sektor kesehatan yang harus menjadi perhatian bersama.

“Permasalahan kesehatan di daerah kita pada dasarnya berputar pada lima hal, yakni status kesehatan masyarakat, pemenuhan sarana dan prasarana, ketersediaan alat kesehatan standar, jaminan logistik farmasi serta komitmen politik anggaran daerah,” jelas dr. Saleh.

Ia juga menyinggung pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran kesehatan secara berkelanjutan. Meski ketentuan mandatory spending di sektor kesehatan kini telah berubah pasca diberlakukannya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan.

“Walau frasa mandatory spending dihapus, saya yakin sektor kesehatan akan tetap menjadi prioritas karena menyangkut langsung dengan kehidupan masyarakat,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....