Sambangi Bocah Gizi Buruk, TP PPK Beri Santunan

  • 12 Sep 2025 07:16 WIB
  •  Bula

KBRN, Bula: Pengurus Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Maluku, Kamis sore (11/9/2025) mendatangi RSUD Bula. Kedatangan pengurus TP PKK yang terdiri dari Pokja 4 membidangi kesehatan itu tidak lain untuk menjenguk dua bocah gizi buruk yang sedang dirawat di rumah sakit tersebut.

Kehadiran pengurus PKK ini selain memberikan semangat, menguatkan mental pasien dan orang tua dalam melewati fase penyembuhan, mereka juga turut menyerahkan santunan berupa uang tunai yang diterima langsung orang tua pasien.

Bendahara PKK, Sanaria Mony mengatakan kendati bantuan yang diberikan tidak seberapa, namun pihaknya berharap dapat sedikit membantu meringankan beban yang dialami orang tua pasien. Pihaknya turut mendoakan agar kiranya dua bocah tersebut lekas sembuh.

"Ada salam hangat dan salam cinta dari ibu ketua untuk bapak dan ibu. Tadinya beliau ingin hadir langsung bersama kita di sini, tapi karena ada halangan jadi ibu ketua mengutus kami ke sini. Kita semua doakan semoga kedua anak kita ini bisa lekas sembuh," ujarnya.

Diketahui, jumlah kasus gizi buruk di SBT kini semakin bertambah. Sebelumnya delapan kasus telah berhasil ditangani. Kini bertambah lagi dua kasus, ditangani petugas medis di RSUD Bula.

Dengan demikian total kasus gizi buruk yang ditangani di RSUD Bula sejak Januari 2025 hingga saat ini menjadi sepuluh kasus. Dua kasus terbaru itu, satu diantaranya sedang ditangani di ruang perawatan, sedang satu lainnya masih dirawat di UGD.

Bocah penderita gizi buruk yang ditangani di UGD, berinisial YM (3). Dia merupakan warga Kecamatan Teluk Waru yang dirujuk ke RSUD Bula oleh petugas Puskesmas setempat pada Kamis siang (11/9/2025).

Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan setempat, Suhartini Alkatiri mengungkapkan, awalnya bocah ini sudah mengalami gejala sakit, namun orang tua belum juga mengantarnya ke Puskesmas. Dia baru diketahui menderita sakit, setelah petugas Puskesmas mendatangi langsung tempat tinggalnya.

"Jadi saat berlangsung kegiatan Posyandu, anak kita ini tidak hadir. Mendapati anak ini tidak hadir pada kegiatan Posyandu, petugas memutuskan mengecek langsung ke rumah. Ternyata bocah menderita sakit dan segera dibawa ke Puskesmas kemudian dirujuk ke RSUD Bula untuk mendapatkan perawatan," bebernya kepada wartawan saat menjenguk pasien tersebut, Kamis sore.

Direktur RSUD Bula, dr Deny Suryana mengungkapkan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, bocah gizi buruk tersebut menunjukkan gejala beberapa penyakit komplikasi yang kesemuanya berkontribusi pada menyerang imunitas tubuh. Sehingga membuat pasien ini rentan terhadap berbagai macam penyakit.

Menurut Deny kasus gizi buruk ini tidak sepenuhnya disebabkan oleh faktor kurangnya asupan gizi. Tetapi juga diakibatkan oleh faktor kesehatan ibu saat usia kehamilan. Seperti misal penyakit TBC yang diderita sang ibu, boleh jadi merupakan penyakit penyerta yang turut menyumbang kondisi kesehatan yang buruk pada anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....