Perpusnas Apresiasi Gerakan Gemar Membaca Sekolah di Siritaun Wida Timur

  • 29 Sep 2026 21:34 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, BULA — Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) memberikan apresiasi kepada SD Negeri 3 Siritaun Wida Timur dan TK/PAUD Nurul Firjat, Desa Air Nanang, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), atas keterlibatannya dalam program Gerakan Pembudayaan Gemar Membaca.

Program yang berlangsung selama tiga pekan tersebut menyasar siswa kelas 2 dan 3 SD Negeri 3 Siritaun Wida Timur serta anak-anak TK/PAUD Nurul Firjat. Kegiatan diarahkan untuk menumbuhkan minat baca anak melalui metode membaca nyaring atau read aloud yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan sesuai dengan tahapan usia peserta.

Relawan Literasi Masyarakat Perpustakaan Nasional RI sekaligus fasilitator kegiatan, Muhammad Haris Effendhy Masaa mengatakan, membangun budaya baca pada anak dinilai tidak cukup hanya dengan menyediakan buku. Anak juga membutuhkan kehadiran orang dewasa yang bersedia membacakan cerita, mendengarkan, menemani, serta memberikan ruang bagi mereka untuk bertanya dan menyampaikan cerita.

"Melalui kegiatan membaca nyaring, anak tidak sekadar mendengarkan cerita. Mereka diajak membangun perhatian, memperkaya kosakata, mengembangkan imajinasi, melatih kemampuan menyimak, sekaligus menyampaikan pendapat dan mengajukan pertanyaan," ujarnya kepada RRI di Bula, Minggu, 28 September 2026.

Cerita yang dibacakan, lanjut Haris juga menjadi pintu bagi anak untuk mengenal berbagai hal yang mungkin belum mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, buku tidak hanya menjadi benda yang tersimpan di rak, tetapi menjadi jendela pengetahuan sekaligus ruang tumbuh bagi anak.

Rangkaian kegiatan ditutup melalui Talk Show Keluarga Literat dengan tema “Membaca Memperluas Wawasan, Memperdalam Pengetahuan.” Tema tersebut menegaskan bahwa upaya membangun budaya membaca tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah.

Kebiasaan membaca juga membutuhkan dukungan lingkungan keluarga karena rumah merupakan ruang pertama bagi anak untuk belajar dan membangun kebiasaan. Karena itu, orang tua turut dilibatkan dalam program tersebut. Selain mengetahui kegiatan yang diikuti anak di sekolah, orang tua juga berpartisipasi dalam pengisian kuesioner kajian dampak kegiatan sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan program.

Keterlibatan orang tua tersebut menjadi bagian penting untuk melihat pengalaman anak selama mengikuti kegiatan membaca nyaring sekaligus mengetahui peluang keberlanjutan praktik membaca di lingkungan keluarga. Keberhasilan program pun tidak semata-mata diukur dari terlaksananya kegiatan selama tiga pekan. Lebih jauh, program diharapkan dapat memantik tumbuhnya kebiasaan membaca yang tetap berlangsung setelah kegiatan berakhir.

Kepala SD Negeri 3 Siritaun Wida Timur, Boki Rumfot, menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan budaya baca peserta didik. Ia berharap pengalaman yang diperoleh siswa selama mengikuti program dapat menjadi pemantik bagi sekolah untuk terus menciptakan ruang membaca yang menyenangkan sekaligus mendorong keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....