Pustaka Wanu Dorong Penguatan Karakter Anak Kampung Birit melalui Pendekatan Kea

  • 13 Sep 2026 14:35 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula — Upaya membangun karakter dan kepribadian anak sejak usia dini terus dilakukan berbagai pihak, termasuk komunitas literasi. Salah satunya melalui kegiatan pembinaan anak-anak yang dilakukan Komunitas Literasi Pustaka Wanu di Kampung Birit, Desa Kwaos, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 12 September 2026, tersebut mengusung pendekatan keagamaan sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai moral, akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian sosial kepada anak-anak.

Direktur Pustaka Wanu,Haris Effendhy mengatakan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi anak-anak di wilayah pelosok, penguatan karakter dinilai tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan formal di sekolah. Lingkungan keluarga, masyarakat, komunitas, serta ruang-ruang keagamaan juga memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan dan karakter anak. Melalui kegiatan yang diinisiasi Pustaka Wanu, anak-anak Kampung Birit diajak mengenal sekaligus mempraktikkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kegiatan dikemas secara sederhana dan dekat dengan dunia anak, sehingga pesan-pesan moral dan keagamaan dapat diterima dengan lebih mudah," ujarnya kepada Radio Republik Indonesia (RRI) Bula via pesan WhatsApp.

Pembinaan tidak hanya diarahkan pada kemampuan membaca dan belajar, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan positif. Anak-anak didorong untuk menghormati orang tua dan guru, saling menghargai sesama, menjaga lingkungan, serta memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial di sekitarnya.

Bagi para relawan Pustaka Wanu, literasi memiliki makna yang luas. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan anak memahami nilai, mengambil keputusan yang baik, serta membangun perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, pendekatan literasi dan keagamaan dipadukan sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih utuh bagi anak-anak Kampung Birit.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk memperdalam Al-Qur'an, menambah pengetahuan, serta mengenal nilai-nilai keagamaan. Pengetahuan dan pendidikan agama diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan minat baca dan semangat belajar.

Anak-anak didorong untuk mencintai buku, memiliki semangat menuntut ilmu, mengenal dan mengamalkan nilai-nilai agama, sekaligus membangun karakter yang kuat sejak dini. Haris berharap kegiatan pembinaan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari orang tua, tokoh agama, guru, masyarakat, hingga para pegiat literasi.

Menurutnya, membangun karakter anak di wilayah pelosok bukan sekadar menghadirkan kegiatan sesaat. Lebih dari itu, gerakan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan ruang tumbuh yang sehat bagi anak-anak desa—ruang yang mempertemukan ilmu pengetahuan, literasi, agama, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....