Akses Jalan Dibuka, Siswa di Woluk Sudah Lama Tak Lagi Gunakan Kelas Filial
- 31 Agt 2026 16:46 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula – Keberadaan kelas filial atau kelas singgah di Dusun Woluk, Kecamatan Kilmury, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, ternyata sudah lama tidak lagi digunakan oleh para siswa. Hal tersebut menyusul dibukanya akses jalan yang menghubungkan Dusun Woluk dengan Desa Undur, lokasi sekolah induk SD Negeri 8 Kilmury. Dengan adanya akses tersebut, siswa asal Dusun Woluk kini dapat melakukan aktivitas pergi dan pulang sekolah ke sekolah induk.
Ratna Saramuku, salah seorang guru yang juga bermukim di Dusun Woluk, mengatakan aktivitas pergi-pulang sekolah anak-anak di dusun tersebut hingga kini berjalan lancar. Menurutnya, sejak akses menuju sekolah induk mulai terbuka, kelas filial yang sebelumnya berada di Dusun Woluk sudah tidak lagi dimanfaatkan.
“Kelas filial sudah lama tidak digunakan, anak-anak semua aktivitas belajar di sekolah induk. Ini sudah lama,” kata Ratna kepada wartawan melalui sambungan WhatsApp, Senin (31/8/2026).
Ratna menjelaskan, setiap hari siswa memiliki dua alternatif untuk menuju sekolah. Sebagian memilih berjalan kaki menyusuri pesisir pantai, sementara sebagian besar lainnya menggunakan akses jalan raya yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Selain itu, kata dia, saat ini juga telah tersedia jasa ojek yang dapat dimanfaatkan siswa yang memiliki biaya transportasi.
“Sekarang juga sudah ada ojek. Jadi, anak-anak yang punya ongkos bisa menggunakan jasa ojek,” ujarnya.
Kondisi tersebut, lanjut Ratna, berbeda dengan sejumlah informasi yang beredar di media sosial Facebook yang menggambarkan seolah-olah aktivitas pendidikan anak-anak di Dusun Woluk masih menghadapi hambatan serius karena tidak adanya perhatian pemerintah.
Padahal, kata dia, Dusun Woluk berada di antara dua satuan pendidikan yang dapat diakses masyarakat, yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Taa dan SD Negeri 8 Kilmury di Desa Undur. Meskipun jarak Dusun Woluk menuju Desa Undur diperkirakan mencapai hampir tiga kilometer, sebagian besar anak-anak di dusun tersebut memilih bersekolah di SD Negeri 8 Kilmury.
Sementara itu, jarak menuju Madrasah Ibtidaiyah di Desa Taa relatif lebih dekat. Saat ini, tercatat sebanyak 32 siswa asal Dusun Woluk yang menempuh pendidikan di SD Negeri 8 Kilmury. Mereka tersebar mulai dari kelas I hingga kelas VI.
Ratna berharap informasi mengenai kondisi pendidikan di Dusun Woluk dapat disampaikan secara utuh, sehingga masyarakat memperoleh gambaran yang sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....