SD Muhammadiyah Tobo Masuk Lokus Revit, DPRD Apresiasi Pemda SBT

  • 28 Agt 2026 11:39 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, mendapat apresiasi atas kerja kerasnya mengusulkan SD Muhammadiyah Tobo, Kecamatan Werinama, sebagai salah satu lokus pembangunan dan rehabilitasi sekolah, program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Apresiasi tersebut datang dari Anggota DPRD asal PPP, Idrus Wakano. Ia menilai program tersebut sebagai bentuk perhatian serius pemerintah terhadap kondisi pendidikan di daerah pelosok, salah satunya Tobo yang masih membutuhkan dukungan pembangunan infrastruktur. Menurutnya Wakano, kondisi fisik SD Muhammadiyah Tobo selama ini memang membutuhkan perhatian serius. Bahkan, persoalan tersebut telah beberapa kali disampaikan kepada Bupati, baik dalam forum resmi di DPRD maupun secara pribadi.

“Yang pasti sebagai anggota DPRD dan sebagai anak negeri Tobo, saya mengapresiasi dan menyambut baik langkah pemerintah daerah yang menetapkan SD Muhammadiyah Tobo masuk sebagai salah satu lokus program revitalisasi satuan pendidikan,” ujarnya kepada wartawan via seluler, Jum'at, 28 Agustus 2026.

Lebih lanjut, ia menilai program revitalisasi satuan pendidikan menjadi sangat penting, apalagi di tengah kebijakan efisiensi anggaran, kehadiran program pemerintah pusat dinilai tetap memberikan dampak positif bagi pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten bertajuk Ita Wotu Nusa ini.

“Ini pentingnya revitalisasi sekolah, di saat anggaran daerah yang terkuras karena efisiensi, tetapi ada program nasional yang tetap memberikan dampak baik terhadap pembangunan sekolah di SBT,” jelasnya.

Ia menambahkan, masuknya SD Muhammadiyah Tobo dalam program revitalisasi menjadi salah satu indikator adanya perhatian pemerintah terhadap sekolah-sekolah di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Tobo, kata dia, memiliki sejumlah keterbatasan infrastruktur dasar. Wilayah tersebut belum memiliki akses jalan yang memadai, sementara listrik baru saja masuk.

Ia mengatakan, saat ini pembangunan SD Muhammadiyah Tobo telah memasuki tahap pengerjaan. Karena itu, pihaknya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pemerintah daerah yang telah menetapkan sekolah tersebut sebagai salah satu lokus pembangunan.

Selain persoalan infrastruktur, Wakano juga berharap pemerintah daerah memperhatikan ketersediaan tenaga pendidik di SD Muhammadiyah Tobo. Menurutnya, saat ini jumlah guru berstatus PNS yang tersedia di sekolah tersebut baru dua orang. Sementara tenaga guru dengan status PPPK penuh waktu maupun paruh waktu belum tersedia.

“Kemudian setelah ini saya akan sampaikan kepada pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati, untuk penempatan jumlah guru yang tersedia di Togo. Sampai saat ini guru PNS cuma dua, belum ada PPPK penuh maupun paruh waktu di sana,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat melakukan penataan dan pemerataan guru, terutama dengan melihat kondisi sejumlah sekolah yang mengalami penumpukan tenaga pendidik di beberapa kecamatan.

“Kalau ada sejumlah sekolah yang terjadi penumpukan guru di kecamatan, mungkin bisa diatur supaya Tobo juga bisa mendapatkan guru agar proses belajar mengajar bisa berjalan baik,” ujarnya..

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....