OBS 2026 Berhasil Rekam Nilai Tertinggi Siswa di SBT
- 28 Apr 2026 07:06 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula-Penyelenggaraan Olimpiade Bintang Sekolah (OBS) tahun 2026 di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Maluku, berhasil merekam nilai tertinggi siswa pada angka 95. Pencapaian ini merupakan yang paling tertinggi melampaui nilai siswa-siswi SBT saat ikut di Kota Ambon dalam event yang sama, yaitu saat Olimpiade Bintang Sekolah digelar di kota Manise tersebut.
Hal itu terungkap dalam sambutan CEO EduAsyik Muhammad Afif Rumbouw pada acara penutupan OBS tahun 2026 di Gedung Olahraga Kota Bula, Senin sore, 27 April 2026. “Tahun lalu, nilai lomba siswa di Ambon itu terendah dengan 67. Di SBT ini nilai tertinggi,” katanya.
Pencapaian ini lanjut Afif, tidak terlepas dari usaha dan kerja keras Pemkab setempat melalui dinas pendidikan, kemudian dipertajam oleh masing-masing satuan pendidikan (Sekolah). Alhasil mutu pendidikan di daerah ini perlahan mulai bergerak maju.
Dikisahkan, pada saat penutupan OBS tahun 2025 lalu, Afif sempat menyampaikan kritik konstruktif mengenai pentingnya menggeser mutu pendidikan ke arah lebih maju. Kritikan itu disampaikan langsung di hadapan Bupati Fachri Husni Alkatiri dan Kepala Dikbudpora, Afiudin Rumakway.
Ternyata pada OBS yang digelar tahun ini terdapat nilai siswa yang melambung jauh, nyaris mencapai nilai sempurna, yakni 95 pada sejumlah mata pelajaran yang dilombakan pada ivent tersebut.
Afif mengatakan dirinya merasa lega lantaran kritik yang dilontarkan tahun lalu tidak sia-sia, melainkan menjadi cambuk dan spirit bagi Pemkab dan dunia pendidikan SBT, buktinya pencapaian luar biasa berhasil ditoreh para siswa hari ini.
“Tahun ini, nilai Bahasa Inggris kita, anak-anak, luar biasa sekali. Saya lihat nilai tertinggi siswa menonjol signifikan bakhlan ada siswa yang tembus nilai 95 untuk Bahasa Inggris. Nilai matematika juga naik signifikan. Nilai Bahasa Inggris juga naik. Ini bertanda bahwa kita sedang bergerak maju,” ujarnya.
Tokoh muda asal Kiandarat ini berujar, banyak sekolah yang berada di kecamatan terjauh sangat berkeinginan untuk mengikuti OBS yang diselenggaran EduAsyik ini, hanya mereka terkendala operasional.
Untuk itu, dia menyarankan kepada Dikbudpora SBT bisa mendorong pemanfaatan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pengembangan kompetensi siswa.
“Banyak sekolah-sekolah yang ingin keluar, tapi tidak bisa mengikuti lomba seperti ini karena terkendala operasional. Setah saya, alokasi dana BOS bisa didorong kepada pengembangan kompetensi siswa dan harusnya Dinas pendidikan bisa memperkasai itu,“ ucap Afif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....