Wagub Vanath Dorong Kampus Lokal Berbenah
- 24 Okt 2025 15:56 WIB
- Bula
KBRN, Bula: Wakil Gubernur Maluku Abdulah Vanath menegaskan pentingnya peningkatan kualitas perguruan tinggi di Maluku, baik negeri maupun swasta. Hal itu disampaikan dalam acara wisuda ke-IV Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hunimua, Kabupaten Seram Bagian Timur, Jumat (24/10/2025).
“Pemerintah Provinsi Maluku selalu memberi dorongan agar semua perguruan tinggi di Maluku, baik negeri maupun swasta, harus bisa berbenah diri dan meningkatkan kualitas. Dengan begitu, anak-anak kita tidak perlu lagi sekolah ke luar Maluku,” ujar Vanath dalam sambutannya.
Vanath juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XII yang dinilainya produktif dalam membina kampus-kampus swasta di daerah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan LLDikti sangat penting untuk memperkuat mutu pendidikan tinggi di Maluku.
“Saya sering bertemu beliau di banyak forum, dan saya anggap sebagai pimpinan yang produktif dalam mengelola serta membangun perguruan tinggi swasta di seluruh Maluku,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Abdulah Vanath juga menyoroti dampak ekonomi yang ditimbulkan dari keberadaan mahasiswa di daerah. Ia menilai, aktivitas belanja mahasiswa dapat mendorong perputaran uang yang signifikan bagi perekonomian lokal.
“Misalnya di STKIP Hunimua ada sekitar 800 mahasiswa, ditambah STKIP Ita Wotu Nusa dan STAIS, totalnya sekitar seribu mahasiswa. Kalau satu mahasiswa belanja Rp1 juta per bulan, berarti ada uang beredar sebesar Rp1 miliar setiap bulan di sini,” jelasnya.
Vanath menambahkan, secara keseluruhan jumlah mahasiswa di seluruh Maluku diperkirakan mencapai 100 ribu orang, termasuk di Universitas Pattimura (Unpatti), UIN Ambon, Universitas Darussalam (Unidar), dan UKIM.
“Kalau rata-rata mereka membelanjakan Rp1 juta per bulan, berarti uang yang beredar dari aktivitas mahasiswa mencapai Rp100 miliar per bulan, atau Rp1,2 triliun per tahun,” ujarnya.
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa keberadaan mahasiswa di Maluku memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, Ia mendorong agar pemerintah kabupaten dan kota ikut memperkuat keberadaan perguruan tinggi lokal agar mahasiswa tidak perlu menimba ilmu ke luar daerah.
“Kalau anak-anak kita kuliah di Jawa, maka uang hasil kopra, ikan asin, dan usaha orang tua di sini justru dibelanjakan untuk memicu pertumbuhan ekonomi di Malang atau Jogja. Itu yang harus kita ubah,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Wagub juga menyatakan dukungannya agar STKIP Hunimua bisa berkembang menjadi universitas.
“Saya setuju kita dorong sekolah ini jadi universitas. Pemerintah daerah dan masyarakat harus komitmen agar anak-anak kita tidak perlu lagi sekolah di luar Seram Bagian Timur,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....