Kemenag SBT Dorong Rebranding MTQ di Era AI

  • 21 Apr 2026 10:52 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Muh Abdu Ernas, menegaskan pentingnya transformasi peran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau arrtificial Intelligence (AI).

Hal tersebut disampaikan Ernas dalam sambutannya paca pembukaan MTQ ke-XII tingkat Kabupaten SBT di Gedung Gelanggang Olahraga, Kota Bula, Senin (20/4/2026) malam.

“MTQ hari ini tidak boleh hanya dipandang sebagai seremoni rutin tahunan atau sekadar mencari yang terbaik. Kita harus melakukan re-branding,” ujar Ernas dalam sambutannya.

Menurutnya, dunia saat ini tengah mengalami perubahan cepat, di mana algoritma dan teknologi digital semakin memengaruhi kehidupan manusia, bahkan hingga ke ruang-ruang privat.

Di tengah disrupsi tersebut, Ernas menilai literasi Al-Qur’an justru menjadi keterampilan paling relevan dalam menghadapi kompleksitas zaman.

“MTQ harus menjadi ruang untuk membuktikan bahwa literasi Al-Qur’an adalah skill penting untuk menavigasi perkembangan zaman,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dengan kemajuan teknologi melalui konsep Digital Literacy with Quranic Values. Generasi muda SBT, kata dia, tidak hanya dituntut mahir secara teknologi, tetapi juga memiliki etika Qur’ani dalam penggunaannya.

Selain itu, Al-Qur’an juga didorong sebagai landasan berpikir kritis. “Al-Qur’an mendorong kita untuk ‘afala ta’qilun’ (tidakkah kamu berpikir), sehingga kita ingin generasi SBT menjadi generasi religius sekaligus jenius,” tambahnya.

Ernas juga menyoroti pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari kearifan lokal dengan wawasan global. Ia menyebut, membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tanah “Ita Wotu Nusa” harus berjalan seiring dengan menjaga tradisi lokal dan standar kualitas global.

Sebagai daerah dengan mayoritas penduduk Muslim, SBT dinilai memiliki peluang besar untuk mencetak generasi Qur’ani. Namun, di sisi lain, hal tersebut juga menjadi tantangan besar di tengah derasnya arus teknologi informasi.

“Kita harus menyiapkan generasi yang siap menghadapi dampak perkembangan teknologi. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ernas juga memaparkan sejumlah program yang telah dijalankan Kemenag SBT, seperti Gerakan Mengaji Cinta Al-Qur’an (Gema Cita), Bengkel Tahsin, serta berbagai penyuluhan keagamaan.

Selain itu, Kemenag SBT juga telah mengusulkan program Hafalan Al-Qur’an Terintegrasi mulai dari tingkat SD/MI hingga SMA sederajat kepada pemerintah daerah.

Namun demikian, ia mengakui bahwa program-program tersebut belum cukup untuk menjawab tantangan zaman yang berkembang begitu cepat.

“Kita membutuhkan kolaborasi yang lebih masif, tidak hanya pemerintah daerah, Kemenag, LPTQ, atau MUI, tetapi seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Ernas berpesan kepada para peserta MTQ untuk menjadikan ajang ini sebagai momentum menunjukkan bahwa religiusitas adalah hal yang membanggakan.

“Tunjukkan bahwa mencintai Al-Qur’an adalah bentuk kecerdasan tertinggi. Jangan hanya membaca sampai ke kerongkongan, tetapi biarkan meresap dalam tindakan dan cara berpikir,” pesannya.

Ia pun mengajak seluruh peserta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang visioner di masa depan.

“Al-Qur’an bukan sekadar teks masa lalu, tetapi ‘operating system’ masa depan. Mari kita instal nilai-nilainya dalam kehidupan kita,” pungkasnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....