Persiapan Dimatangkan, 9 Calon Haji SBT Siap Diberangkatkan Awal Mei 2026

  • 28 Apr 2026 10:22 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula – Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Ismail Rumwokas, memastikan persiapan keberangkatan calon jemaah haji tahun 2026 terus dimatangkan. Hal tersebut disampaikan Ismail saat ditemui di kantornya, Selasa (28/4/2026). Ia menjelaskan, rencana keberangkatan jemaah haji asal SBT akan dimulai dari Kota Bula menuju Ambon pada Kamis, 7 Mei 2026.

“Insya Allah keberangkatan direncanakan dari Bula menggunakan pesawat Trigana Air menuju Bandara Kufar, kemudian pada 7 Mei langsung diberangkatkan ke Ambon,” ujarnya kepada wartawan.

Setibanya di Ambon, para jemaah dijadwalkan menginap selama dua malam. Malam pertama di Hotel Grand Afira, sementara malam berikutnya di Asrama Haji Waeheru.

“Selanjutnya pada 9 Mei pukul 11.00 WIT, jemaah diberangkatkan dari Asrama Haji Waeheru menuju Bandara Pattimura untuk melanjutkan perjalanan ke Makassar, dan beberapa jam kemudian langsung terbang ke Jeddah,” jelas Ismail.

Untuk memastikan kelancaran proses tersebut, pihak Kementerian Haji SBT akan menggelar rapat koordinasi bersama instansi terkait.

“Besok hari Rabu kami akan mengadakan pertemuan dengan pihak terkait, termasuk bagian Kesra dan panitia, guna membahas seluruh persiapan keberangkatan haji tahun ini,” katanya.

Hingga saat ini, jumlah calon jemaah haji asal SBT tercatat sebanyak sembilan orang. Ismail berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar di Tanah Suci.

“Kita doakan semoga sembilan orang ini dapat mewakili Kabupaten Seram Bagian Timur dan menjalankan ibadah dengan baik,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, sebelumnya terdapat 10 calon jemaah, namun satu di antaranya, Jasin Oei, telah meninggal dunia.

Terkait kuota haji, Ismail menjelaskan bahwa jumlah kuota untuk SBT mengalami penurunan.

Tahun ini, kuota yang tersedia sebanyak 28 orang, namun hanya sembilan yang siap berangkat.

“Banyak yang belum bersedia berangkat secara pribadi, sehingga tidak semua kuota terisi,” katanya.

Ia menambahkan, perubahan sistem pembagian kuota turut memengaruhi jumlah jemaah yang diberangkatkan. Jika sebelumnya kuota ditentukan per kabupaten, kini pembagian dilakukan berdasarkan provinsi dan daftar tunggu (waiting list).

“Sistem sekarang berdasarkan provinsi dan antrean daftar tunggu. Di SBT sendiri, jumlah daftar tunggu mencapai lebih dari seribu orang,” jelas Ismail.

Menurutnya, jemaah yang berangkat tahun ini merupakan pendaftar sejak 2016, seiring dengan masa tunggu haji yang secara nasional mencapai sekitar 27 tahun.

“Ini juga menjadi dampak yang dirasakan di banyak daerah. Sekitar 22 provinsi mengalami penurunan kuota haji,” pungkas Ismail.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....