Komplotan Diduga Begal Jalan Bula-Waru, Ternyata Pelajar SMK
- 17 Okt 2025 13:09 WIB
- Bula
KBRN, Bula: Kabar pembegalan di kawasan perusahaan tebu Desa Dawang, Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yang sempat bikin heboh warga pada Rabu (15/10/2025) malam, akhirnya terbantahkan. Peristiwa itu ternyata hanya kesalahpahaman antara penumpang mobil angkutan dan sejumlah siswa SMK.
Tina Rumuar, salah satu saksi yang berada di lokasi mengklarifikasi isu tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian itu bukan aksi kriminal seperti yang ramai beredar di media sosial.
“Dari sini saya mau klarifikasi terkait bahasa ‘begal’ yang tadi malam sudah tersebar di media sosial. Ternyata itu bukan begal,” ujar Tina melalui video klarifikasi diterima, Jumat (17/10/2025).
Ia menjelaskan, sekitar pukul 19.30 WIT, mobil angkutan yang ditumpanginya berhenti di sekitar perkebunan tebu. Saat itu, mereka melihat dua hingga tiga orang keluar dari semak-semak sambil menggunakan senter ponsel.
“Betul ada orang keluar dari semak-semak, tapi setelah dicek, ternyata mereka adik-adik dari SMK Negeri 4 SBT yang sedang PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) di perusahaan tebu,” katanya.
Para siswa tersebut disebut tengah mencari sayur paku-paku untuk dimasak, bukan hendak melakukan tindakan kejahatan. Namun karena situasi gelap dan penumpang tak mengenali mereka, kepanikan sempat terjadi dan menimbulkan dugaan pembegalan.
“Katong takut dan panik, jadi spontan bilang ada begal. Padahal sebenarnya itu anak-anak sekolah,” ujar Tina.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat SBT, khususnya warga Teluk Waru atas kabar yang sempat menimbulkan keresahan.
“Beta minta maaf sebesar-besarnya buat warga SBT dan Teluk Waru. Mudah-mudahan teman-teman guru dan pegawai di sana tidak perlu takut lagi karena kejadian itu hanya salah paham,” ujarnya.
Sebelumnya, kabar aksi begal di kawasan tersebut sempat membuat geger warga. Informasi awal menyebutkan ada sekelompok orang tak dikenal menghadang mobil angkutan di jalur sepi sekitar pukul 20.00 WIT.
Namun, berdasarkan klarifikasi saksi dan pengecekan di lapangan, peristiwa itu bukan tindak kriminal. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....