DPRD SBT Tekankan Proteksi Dini Kasus Asusila

  • 14 Sep 2025 16:15 WIB
  •  Bula

KBRN, Bula: DPRD Seram Bagian Timur (SBT), Maluku menyoroti kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur yang terjadi di daerah tersebut. Terutama dilakukan oleh oknum guru terhadap muridnya yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Anggota DPRD SBT Idrus Wakano mengatakan, sederet kasus kekerasan seksual yang terjadi mencoreng wajah pendidikan, namun luput dari perhatian pemerintah kabupaten (Pemkab) SBT.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menyampaikan hal tersebut dalam rapat paripurna di gedung DPRD Seram Bagian Timur, Jum'at (12/9/2025).

"Dua bulan terakhir ini kasuistis yang kami terima yakni kasus rudapaksa oknum guru sampai detik ini luput dari perhatian kita, "ujarnya.

Wakano mengingatkan, pemerintah daerah untuk tidak hanya fokus pembangunan fisik, namun juga membangun mental spiritual masyarakat.

Ia mengatakan, kasus-kasus seperti ini hendaknya mendapat perhatian serius, apalagi pelaku merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Kita terlalu sibuk bicara soal pembangunan fisik, tapi kita luput bicara tentang pembangunan mental spiritual masyarakat Seram Bagian Timur apalagi ini dilakukan oleh oknum ASN pendidik, "ujarnya.

Wakano menekankan pentingnya proteksi dini agar kasus-kasus serupa tidak terulang dan mencegah anak-anak sekolah di daerah ini menjadi korban kekerasan seksual oleh oknum guru.

Hal ini penting dilakukan oleh baik Dinas PMD, Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (PPA) maupun Dinas Pendidikan.

"Saya berharap masalah menjadi prioritas pemerintah daerah. Soal proses hukum kami serahkan kepada aparat Kepolisian, tetapi proteksi dini, pembinaan harus segera dilakukan sejak saat ini, "ucapnya.

Rekomendasi Berita