Oknum Brimob Diduga Aniaya Satu Keluarga di Bula

  • 22 Sep 2025 13:13 WIB
  •  Bula

KBRN, Bula: Dugaan penganiayaan yang melibatkan sejumlah oknum anggota Brimob terjadi di Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku. Satu keluarga menjadi korban dalam insiden tersebut. Warga yang merasa tidak terima atas kejadian itu menggelar aksi unjuk rasa di depan markas Brimob Bula pada Senin (22/9/2025).

Aksi ini digelar sebagai bentuk protes atas tindakan sekelompok oknum Brimob yang diduga melakukan kekerasan terhadap empat anggota keluarga, termasuk dua anak kecil berusia 2 dan 4 tahun.

Salah satu korban, Jamina Rumadedey (26), menjelaskan bahwa kejadian bermula saat terjadi keributan dalam sebuah pesta malam minggu di lingkungan mereka. Menurutnya, seorang oknum Brimob diduga dalam keadaan mabuk, sempat terlibat adu mulut dan memukul warga.

“Saat itu kepala pemuda di kampung coba melerai, tapi justru dimaki-maki. Waktu dia mau membela diri, oknum Brimob langsung mencekik lehernya sampai ada bekas merah,” ujar Jamiina usai aksi.

Keributan makin memanas ketika sejumlah pemuda lain melihat kejadian itu dan mencoba melakukan perlawanan. Keluarga korban kemudian membuat laporan ke Polres SBT pada keesokan harinya.

Namun, situasi semakin memburuk pada Senin (22/9/2025) siang pukul 11.00 WIT dimana sekitar 12 orang diduga anggota Brimob mendatangi rumah keluarga korban. Mereka datang dengan pakaian preman, membawa senjata dan langsung melakukan tindakan kekerasan tanpa prosedur yang jelas.

“Mereka tidak tanya baik-baik, langsung masuk rumah dan main pukul. Paitua (suami) saya baru pulang dari kantor BKD, masih pakai pakaian dinas. Masyarakat yang mau bantu juga ditodong senjata,” kata Jamiina.

Dalam kejadian itu, Jamina mengaku diseret hingga bajunya robek bahkan kakaknya saat masih mengenakan handuk usai mandi juga didorong. “Suamisaya sampai pingsan, mama gemetar lihat. Dua anak kecil juga sempat terdorong. Salah satu pelaku bahkan menginjak dan memukul pakai helm,” ucapnya.

Ia menyebut para pelaku datang tanpa mengenakan seragam dan dalam kondisi diduga masih bau minuman keras. Jamina dan keluarganya meminta agar kasus ini diproses secara hukum dan oknum yang terlibat dicopot dari kesatuannya.

“Kami datang ke pos Brimob untuk minta kejelasan. Kami minta pelaku hadir, dan ini harus diproses secara hukum,” kata Jamiina.

Pihak keluarga sudah melaporkan kejadian ini ke Polres SBT. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Polres maupun kesatuan Brimob terkait peristiwa tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....