Soal Obat Dinkes SBT, Polisi Belum Sampai Tahap Pemeriksaan
- 27 Apr 2026 14:24 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula-Menanggapi pemberitaan media massa yang menyebut adanya pemeriksaan penyidik Polres Seram Bagian Timur (SBT) dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan obat Dinas Kesehatan, Kasat Reskrim Iptu Ainul Andri Lubis membantah, pihaknya belum sama sekali melakukan pemeriksaan.
Lubis menjelaskan, sejauh ini pihaknya baru sampai pada tahap verifikasi data. Beberapa pihak seperti kepala Puskesmas yang sebelumnya telah diundang, penyidik semata-mata hanya meminta data, bukan pemeriksaan.
"Jadi yang selama ini bilang kita sudah ada pemeriksaan itu, tidak benar. Kita belum ada pemeriksaan, selama ini kita hanya ada permintaan data dan dokumen untuk menyesuaikan datanya," terang Lubis, dikonfirmasi wartawan di halaman Mapolres setempat, Senin 27 April 2026.
Tahap verifikasi ini lanjut Lubis, baru saja berhasil dituntaskan pada pekan kemarin. Data yang dikumpulkan melalui unit Tipikor itu kini berhasil dirampungkan. Berikutnya dilanjutkan ke tahap klarifikasi.
Pada tahap ini barulah beberapa pihak akan dipanggil untuk diperiksa dan dimintai keterangan. Mereka yang akan dimintai keterangan, adalah mereka yang bertalian urusan dengan pengadaan obat yang disebut-sebut mendekati tanggal kedaluwarsa tersebut.
"Kalau fakta tentang adanya obat-obatan yang sudah mendekati masa kedaluwarsa satu bulan, dua bulan, tiga bulan, itu faktanya benar ada," ujarnya.
Kendati demikian lanjutnya, untuk memastikan boleh tidaknya obat-obatan mendekati kedaluwarsa itu dikonsumsi, pihaknya perlu mendapat keterangan resmi dari instansi terkait, salah satunya BPOM Maluku.
"Kebetulan saat ini kita ada kunjungan dari BPOM Provinsi Maluku. Nanti saya mau coba sharing sama mereka," bebernya.
Disamping itu, untuk mendapatkan keterangan lebih lengkap, pihaknya kata Lubis dalam tahap klarifikasi ini juga telah menjadwalkan permintaan keterangan dari Plt Kepala Dinas Kesehatan Punira Kilwalaga, PPK dan PPTK dan pemilik PT Ammar Cahaya Farma.
Sedang mengenai informasi yang menyebut polisi sedang menyelidiki adanya dugaan nepotisme dalam belanja pengadaan obat di Dinkes SBT, Lubis menegaskan informasi tersebut tidak benar alias hoax.
Selaku Kasatreskrim, dirinya belum sama sekali memberikan keterangan resmi kepada awak media perihal dugaan praktik nepotisme dimaksud. Saat ini pihaknya hanya fokus menuntaskan dugaan obat kedaluwarsa yang kini sudah memasuki tahap klarifikasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....