Bukan Jualan Biasa, Perjuangan Sopir Air antar Harapan di tengah Kekeringan
- 29 Sep 2026 12:08 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula - Jika orang lain memilih berdiam di rumah saat matahari Bula Kab Seram Bagian Timur menyengat hingga 38 derajat, Toton, sopir tangki air bersih, justru harus berjibaku dengan debu dan terik.
Sejak pukul 07.00 pagi, ia harus beregegas mempersiapkan peralatan dan kendaraan untuk mengantar pesanan air untuk warga yang terdampak kekeringan. Sejak musim kemarau panjang melanda Hendponnya tak berhenti berdering menerima telepon dari berbagai kalangan yang memesan air darinya.
"Bukan katong cari uang lai ini, ini su bale bantu warga lai, kadang pulang jam 4 subuh, selama musim kemarau ini beta pulang jam 2 dini hari." ujar Toton saat ditemui di sebuah Sumur tempat ia mengambil air. Selasa (29/09/26)
Bagi Toton, profesinya di musim kemarau ini bukan sekadar soal cuan. Ia merasa menjadi jembatan kehidupan. Di saat bantuan dari berbagai arah termasuk dari MD KAHMI SBT datang dengan tangki gratis, para sopir swasta seperti dirinyalah yang menjadi ujung tombak menjangkau lorong-lorong sempit yang tidak terjangkau.
Salah seorang warga yang ditemui RRI juga membenarkan hal tersebut. "Sebenarnya sopir- sopir ini dong juga punya jasa bantu warga meskipun dong dibayar, coba kalau dong seng layani warga? Apa Katong harus kembali jaman dulu pikul ember jalan cari sumber air. Dong ini kan mau tengah malam, mau hujan, kalau katong telepon pasti dong layani." kata Ahmad.
Kepada RRI, Toton bercerita tentang perjuangannya mengantarkan air bersih untuk warga yang membutuhkan, meskipun mobilnya hanya mampu membawa 1200L sekali jalan, namun satu hari ia bisa melayani 10 kali pesanan untuk warga meskipun sampai larut malam.
Kini, setiap tetes air yang menetes dari selang biru milik Toton adalah cerita tentang perjuangan, tentang kemanusiaan yang tetap hidup di tengah kerasnya musim kemarau di Seram Bagian Timur.
Fenomena sulitnya warga mendapatkan air untuk keperluan sehari - hari menunjukkan betapa vitalnya air bersih di Bula - Kab SBT. Di satu sisi menjadi sumber penghidupan baru bagi para sopir tengki air, di sisi lain menjadi alarm bahwa krisis air bersih perlu solusi permanen seperti sumur bor dititik titik kerawanan bukan hanya mengandalkan tangki.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....