Sedekah Air yang Mengalir: Ketika Rabithah Alawiyah Bergerak Bantu Warga

  • 21 Sep 2026 09:56 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula - Derit truk tangki oranye itu terdengar sebelum wujudnya terlihat. Di lorong jalan yang berdebu di Dusun Waitilan atau lorong pantai tikus Kecamatan Bula Kab Seram Bagian Timur, anak-anak sudah berlari sambil menenteng jeriken kosong Bagi mereka bunyi itu bukan sekadar bunyi mesin. Itu bunyi air datang.

Saat warga mengambil bantuan air bersih

Sudah hampir 5 bulan hujan enggan turun di pesisir Seram Bagian Timur. Sumur-sumur warga menyusut, kebakaran hutan dimana - mana. Untuk sekadar berwudu dan memasak, warga harus menunggu bantuan datang atau harus mencari biaya tambahan untuk membeli air.

Di tengah situasi itu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Rabithah Alawiyah Kabupaten Seram Bagian Timur hadir dengan cara paling sederhana namun paling utama dalam Islam: Sedekah Air.

Dalam sebuah kutipan hadis ada yang bertanya kepada Rasulullah, Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama? Beliau menjawab: Memberi air." (HR. Abu Daud) Hadis itu yang menjadi nafas gerakan kami, ujar Hamzah Abdul Qadir Alhamid, Ketua DPC Rabithah Alawiyah Kabupaten SBT saat ditemui di lokasi penyaluran pada Minggu 20 September 2026.

Sejak DPC Rabithah Alawiyah SBT bergerak melaksanakan kegiatan sedekah air bersih ke beberapa titik krisis. Sudah hampir pada penyaluran kali ini, sebanyak 8 tangki dengan kapsitas 3.500 liter sekali jalan, sehingga total penyaluran sampai hari ini sudah 17.500 liter air bersih telah sampai ke rumah warga yang terdampak.

Penyaluran air bersih untuk warga waitilan

" Kami melihat langsung bahwa kebutuhan air bersih untuk warga saat ini sangat utama, Rabithah Alawiyah itu kan wadah para habaib dan muhibbin,tugasnya harus dekat dengan umat, merasakan apa yang dirasakan umat," katanya.

Di lokasi, pemandangan itu mengharukan. Ibu-ibu dan anak - anak mengantre rapi. Satu per satu jeriken diisi. Seorang ibu bernama sari tak kuasa menahan haru. "Alhamdulillah, nak. Katong (kami) belum ada yang dapat bantuan air bersih, ini pertama nak sayang disini. Semoga nak sehat- sehat dan panjang umur," ucapnya sambil mendoakan.

Bagi Rabithah Alawiyah, sedekah air adalah sedekah jariyah. Selama air itu diminum, dipakai berwudu, untuk memasak, pahala itu akan terus mengalir kepada yang bersedekah.

Ketua DPC Rabithah Alawiyah Kab SBT Hamza Alhamid menjelaskan kegiatan sedekah air bersih ini akan berlanjut bukan hanya di pusat kota Bula, namun beberapa kecamatan tetangga juga akan dijangkau.

"Kami pastikan penyaluran tepat sasaran. Kami survei dulu wilayah mana yang paling kritis, yang sumurnya kering total. Prioritas kami janda tua, pesantren, dan musholla/masjid yang kesulitan air wudu," ujarnya.

Alhamid menambahkan meskipun baru 5 kali penyaluran dengan jumlah liter air yang besar belum mampu memenuhi kebutuhan warga yang begitu banyak. " Insyallah sedekah air ini akan rutin kami laksanakan sampe semua warga bisa tersentuh" ucapnya.

Di tanah Seram yang sedang dahaga, tetesan air dari tangki oranye itu bukan sekadar pelepas dahaga. Ia adalah pesan, bahwa di antara kesulitan, masih ada yang peduli. Bahwa sedekah paling sederhana, justru yang paling menghidupkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....