Tenaga Terkuras, Pekerja Bengkel Ini Tetap Puasa Ramadan

  • 08 Mar 2025 00:36 WIB
  •  Bula

KBRN, Bula : Bulan suci Ramadan menjadi kesempatan emas bagi kaum Muslim memperbanyak amal ibadah, karena di bulan kemuliaan ini, Allah SWT melipatgandakan pahala ibadah dan membentangkan ampunan yang luas bagi hamba-Nya yang ingin bertaubat.

Spirit mendulang pahala yang berlipat ganda seperti inilah yang mengispirasi Baharuddin, pemuda Bula, tetap berpuasa kendati tenaga dan keringat yang dikeluarkan olehnya saat bekerja cukup banyak, disamping banyak godaan yang merayunya berhenti puasa.

"Saya tetap berpuasa meskipun kerja saya berat, tetap saya paksakan untuk tetap berpuasa, sebab ini kesempatan saya untuk mendapat ampunan Allah," ungkap pria bertato yang bekerja di sebuah bengkel ini kepada RRI belum lama.

Dia menegaskan, rahmat Allah SWT itu sangat besar dari murkanya, sehingga harus tetap berpuasa meskipun dijerat rasa haus dan lapar saat bekerja sebagai seorang montir sepeda motor.

"Saya tinggal di sebuah gudang milik seorang pengusaha di kota Bula, anak anak saya di Kobisonta, jadi kalau saya sendiri kadang tidak sahur hanya niat saja tapi saya tetap berpuasa dan pekerjaan yang saya kerjakan ini sangat membantu menyambung hidup saya," ungkap Baharuddin.

Ditanya soal pengahasilan, dia menyebut pendapatan seorang montir tidak menentu karena tergantung dari besar kecilnya kerusakan motor, tapi dia tetap bersyukur.

"Paleng tinggi Rp200.000,- (Dua Ratus Ribu rupiah) per hari ada juga Rp100.000,- (Seratus ribu rupiah), bahkan ada yang hanya Rp.20.000,- (dua puluh ribu rupiah) tapi saya tetap bersyukur sebab ini pekerjaan halal dari keringat saya sendiri," ujarnya.

Menurut Baharuddin, sudah lebih dari tiga tahun dirinya bekerja sebagai seorang montir sepeda motor di bengkel Lakudo Kota Bula dan selama Ramadan, pekerjaannya sebagai seorang montir sepeda motor tetap berjalan seperti biasa, yaitu masuk kerja pagi hari dan pulang di jam 17.00 WIT.

"Apapun profesi yang sedang kita jalani tetaplah dikerjakan dengan rasa tanggungjawab, namun tidak boleh melupakan kewajiban kita sebagai seorang hamba untuk tetap berpuasa dan momentum bulan suci Ramadan adalah saat tepat untuk kembali kepada Allah, bersujud, beristighfar dan meminta ampun-Nya," demikian Baharuddin.

Rekomendasi Berita