Atasi Antrean Pagi, Pertamina Buka Layanan Biosolar di Ambon Mulai Pukul 05.00 WIT
- 19 Sep 2026 17:19 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula - Pertamina Patra Niaga mulai membuka layanan Biosolar di sejumlah SPBU di Kota Ambon lebih pagi, yakni mulai pukul 05.00 WIT. Kebijakan ini dilakukan untuk mengurai kepadatan antrean kendaraan pada jam sibuk pagi.
Communication & Relations Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi, mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut hasil koordinasi bersama kepolisian, mitra SPBU, dan Asosiasi Supir Truk pada Agustus lalu.
"Layanan Biosolar di Kota Ambon dibuka mulai jam 5 pagi agar para pengguna Biosolar dapat mengisi lebih awal sebelum jam sibuk pada pagi hari," kata Bramantyo dalam keterangannya, Sabtu, 19 September 2026.
Menurutnya, pembukaan layanan lebih awal diharapkan dapat meningkatkan ketertiban sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan di area SPBU. Dengan demikian, antrean kendaraan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
Pertamina juga memastikan perencanaan suplai Biosolar ke SPBU dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok. Pengaturan waktu pasokan dan proses bongkar BBM diharapkan turut mengurangi kepadatan di SPBU.
"Stok kami terus jaga, penyaluran pun saat ini dilakukan sesuai aturan penugasan yang diberikan kepada Pertamina. Ini adalah bentuk transparansi penyaluran BBM bersubsidi," ujarnya.
Bramantyo mengatakan Pertamina akan memprioritaskan pasokan dari Integrated Terminal Wayame ke SPBU-SPBU agar layanan yang dimulai lebih awal dapat berjalan maksimal. Sebelumnya, rapat koordinasi terkait keandalan pasokan dan ketersediaan BBM digelar pada 14 September 2026.
Rakor tersebut dipimpin Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto dan diikuti Pemerintah Provinsi Maluku, TNI, serta Pertamina.
Rakor dilakukan sebagai upaya bersama untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM sekaligus menjaga pelayanan kepada masyarakat.
Dadang mengatakan antrean yang terjadi di sejumlah SPBU di Maluku saat ini berkaitan dengan kendaraan logistik. Menurutnya, terdapat pengaturan terhadap kendaraan-kendaraan tersebut.
"Kita melihat fenomena adanya antrean di sejumlah SPBU. Namun, untuk wilayah Maluku, saya tegaskan bahwa antrean tersebut khusus kendaraan-kendaraan logistik," kata Dadang usai rakor, Senin, 14 September 2026.
Dia juga mengingatkan adanya potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polda Maluku telah menurunkan tim gabungan bersama pemerintah daerah, TNI, dan Pertamina untuk melakukan pemantauan serta pengawasan di lapangan.
Masyarakat juga diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan tertib saat mengantre.
"Masyarakat kami imbau tetap membeli BBM sesuai kebutuhan, tetap tertib saat mengantre, dan kami ingatkan jangan coba-coba melakukan kecurangan," ujarnya.
Pertamina Patra Niaga menyebut telah melakukan pembinaan terhadap enam SPBU di Kota Ambon hingga September 2026. Pembinaan diberikan karena SPBU tersebut terbukti menyalurkan BBM subsidi tidak sesuai aturan.
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Ambon, Aria Aditya, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperbaiki penyaluran BBM bersubsidi.
"Pertamina Patra Niaga sendiri telah melakukan pembinaan kepada 6 SPBU di Kota Ambon hingga September 2026 yang terbukti menyalurkan BBM subsidi tidak sesuai aturan," kata Aria.
Pertamina juga mengapresiasi pengawasan yang dilakukan Polda Maluku bersama pemerintah daerah, TNI, dan pihak terkait dalam mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi. Masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai produk dan layanan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....