Pertamina Garap Blok Binaiya, Pemkab SBT Minta Warga Lokal Kebagian Kuota Kerja
- 01 Sep 2026 13:00 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula- PT Pertamina Hulu Energy (PHE) Binaiya mulai melakukan eksplorasi di Wilayah Kerja (WK) Binaiya yang mencakup kawasan lepas pantai Pulau Seram, Maluku. Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mendorong agar aktivitas tersebut membuka lebih banyak peluang bagi tenaga kerja dan pengusaha lokal.
Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri mengatakan pemerintah daerah telah meminta Dinas Tenaga Kerja mulai berkoordinasi dengan operator untuk mengetahui kebutuhan tenaga kerja yang akan digunakan dalam kegiatan migas tersebut.
"Pertamina akan masuk untuk ikut mengelola Blok Binaya. Dari sekarang kita sudah minta kepada Dinas Tenaga Kerja untuk berbicara dengan Balam dan Pertamina terkait proyeksi kebutuhan tenaga kerja pada bidang dan kualifikasi apa saja," kata Fachri di Kantor Bupati SBT, Selasa, 1 September 2026.
Pernyataan itu disampaikan Fachri setelah bertemu dengan pihak PHE Binaiya dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Kantor Bupati setempat.
Menurut Fachri, pemetaan kebutuhan tenaga kerja penting dilakukan sejak awal. Dengan demikian, pemerintah daerah dapat menyiapkan pelatihan bagi putra-putri daerah agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri migas.
"Supaya pemerintah daerah bisa menyiapkan pelatihan untuk anak-anak daerah dari sekarang. Jadi begitu mereka akan merekrut, anak-anak daerah sudah siap," ujarnya.
Tak hanya tenaga kerja, Pemkab SBT juga mendorong agar pengusaha lokal diberi kesempatan terlibat dalam berbagai kegiatan pendukung pengelolaan Blok Binaiya.
Fachri mengatakan industri minyak dan gas memiliki banyak jenis pekerjaan yang berpotensi dikerjakan oleh pelaku usaha di daerah. Karena itu, peluang tersebut diharapkan dapat dipetakan sejak awal bersama operator.
"Keterlibatan kawan-kawan usaha lokal itu juga saya minta untuk diberi ruang. Kalau minyak dikelola itu banyak sekali pekerjaan yang bisa di-share dengan pengusaha-pengusaha lokal," katanya.
Fachri juga berharap perusahaan daerah dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan terkait pengelolaan blok migas tersebut.
Menurutnya, manfaat ekonomi dari keberadaan industri migas di daerah seharusnya tidak berhenti pada penerimaan dana bagi hasil (DBH).
"Perusahaan daerah juga kalau bisa dilibatkan dalam berbagai kegiatan sehingga daerah mendapatkan manfaat lebih dari sekadar hanya pasif dan menunggu DBH," ujarnya.
Dia berharap pola keterlibatan masyarakat dan pemerintah daerah dalam pengelolaan Blok Binaiya dapat lebih maksimal dibandingkan pengelolaan blok migas sebelumnya.
"Hal-hal lain itu ingin kita maksimalkan supaya jauh lebih baik daripada dua blok yang selama ini sudah dikelola, tapi kita belum terlalu maksimal terlibat di daerah," ujarnya.
Project Manager PT PHE Binaiya Neny Herawati mengatakan pihaknya dalam waktu dekat memulai kegiatan eksplorasi untuk mencari potensi minyak dan gas di wilayah lepas pantai Pulau Seram.
"Dalam waktu dekat kita sudah mulai melakukan kegiatan eksplorasi. Bisa dibilang ini untuk mengurangi risiko kegagalan kita untuk mencari potensi minyak dan gas di area lepas pantai di Seram. Artinya masih ada ketidakpastian di sini," kata Neny di Kantor Bupati SBT, Selasa, 1 September 2026.
Neny mengatakan pihaknya juga meminta dukungan pemerintah daerah dalam pelaksanaan kegiatan eksplorasi. Berdasarkan kajian perusahaan, PHE Binaiya menargetkan produksi minyak dari wilayah lepas pantai Seram dapat dimulai pada 2036.
"Kita targetkan di tahun 2036 kita di lepas pantai Seram bisa mendapatkan produksi minyak. Kita bisa menambah produksi yang signifikan sekitar 95.000 hingga 100.000 oil per day," katanya.
PHE Binaiya sendiri merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energy (PHE) yang menjadi operator WK Binaiya. Wilayah kerja tersebut mencakup kawasan lepas pantai Pulau Seram, Maluku.
Adapun Blok Binaiya diperkirakan memiliki potensi sumber daya migas yang besar. Data yang disampaikan menyebutkan potensi tersebut mencapai sekitar 6,7 miliar barel minyak dan 15 triliun kaki kubik gas alam.
Dengan potensi tersebut, Pemkab SBT berharap pengelolaan Blok Binaiya tidak hanya meningkatkan produksi migas nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha di daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....