PT Sagolicious Indonesia Prima Siap Kembangkan Industri Sagu di SBT

  • 03 Mar 2026 10:29 WIB
  •  Bula

RRI. CO. ID, Bula- CEO PT Sagolicious Indonesia Prima yang dikenal sebagai “The Queen of Sago” sekaligus Ketua Umum Himpunan Sagu Indonesia, Dr. H.C. Jenny Widjaja, menyatakan kesiapan untuk mengembangkan industri sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Hal itu disampaikannya usai menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Laporan Akhir Potensi dan Kekerabatan Sagu di Kabupaten SBT yang berlangsung di Gerai Sagu Pujasera Pantai Wailola, Kota Bula, Senin malam, 2 Maret 2026.

Jenny mengatakan, potensi sagu di SBT sangat besar dan menjanjikan untuk dikembangkan secara lebih modern dan terintegrasi.

“Untuk ekspansi di SBT ini, mudah-mudahan Bapak Bupati bisa mengkondisikan, sehingga saya siap untuk mengembangkan sagu di sini. Saya lihat potensinya luar biasa,” ujar Jenny kepada wartawan.

Menurutnya, pengembangan sagu tidak hanya sebatas produksi bahan mentah, tetapi juga harus didukung sistem pengolahan modern berbasis digitalisasi agar menghasilkan produk berkualitas tinggi dan bernilai jual besar.

Ia meyakini, tenaga kerja lokal di SBT memiliki kemampuan untuk dilatih menjadi sumber daya manusia yang andal dalam pengolahan sagu secara modern.

“Banyak pekerja yang nantinya bisa dididik untuk mengolah sagu secara modern. Digitalisasinya jadi modern, kualitasnya baik, sehingga nilai jualnya juga tinggi. Itu akan membawa dampak ekonomi yang sangat baik untuk masyarakat SBT, karena ekonominya akan aktif,” jelasnya.

Jenny juga mengungkapkan, pihaknya tengah mengembangkan berbagai inovasi produk turunan sagu yang dalam waktu dekat akan diluncurkan ke pasar.

“Sagu ini banyak sekali yang bisa dikembangkan. Masih banyak yang sedang saya kembangkan dan segera akan saya launching. Kalau saya datang lagi, Bapak Ibu akan bisa melihat produk-produk baru yang dikembangkan oleh Sobricius, itu produk dari saya,” katanya.

Selama ini, perusahaan yang dipimpinnya telah menyerap bahan baku sagu dari berbagai daerah, seperti Ambon, Seram Barat, Maluku Tengah, hingga Papua. Ke depan, SBT akan menjadi salah satu daerah pemasok utama.

“Saya sudah mengambil sagu dari Ambon, Seram Barat, Seram Tengah, kemudian Papua yang lumayan banyak. Sekarang saya akan mengambil sagu dari Kabupaten Seram Bagian Timur,” ungkapnya.

Namun demikian, Jenny menegaskan bahwa pengelolaan sagu harus dilakukan secara benar, bersih, dan higienis agar memenuhi standar nasional maupun internasional.

Menurutnya, produk tepung sagu harus melalui proses penelitian dan pengujian laboratorium sebelum dipasarkan, terutama untuk kebutuhan ekspor.

“Kalau ekspor, semuanya harus masuk laboratorium, termasuk standar BPOM. Kemudian ke luar negeri harus lolos berbagai persyaratan. Jadi banyak sekali prosesnya,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk menjaga sumber daya alam sagu sebelum dikelola secara besar-besaran.

“Mari kita jaga dulu sumber alamnya, baru nanti dikelola dengan benar,” ujarnya.

Bupati Seram Bagian Timur Fachri Husni Alkatiri mengatakan, selain menggandeng PT Sagolicious Indonesia Prima, Pemkab SBT juga membuka peluang bagi investor lain untuk ikut mengolah komoditas unggulan daerah tersebut.

Menurut Fachri, langkah ini merupakan bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta agar sumber daya yang dimiliki masyarakat bisa dimanfaatkan secara optimal.

"Selain PT Sagolicious Indonesia Prima, pengusaha-pengusaha yang lain juga kita ajak untuk mengolah sagu kita, supaya memang poin penting dari ide baru kayak begini itu kolaborasi. Kita punya bahan, mereka punya pengalaman, punya pasar juga. Kita butuh kolaborasi supaya bahan-bahan kita ini akhirnya bisa termanfaatkan secara baik," ujar Fachri.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....