Pertamina Gandeng Papua Jungle Chef Cegah Stunting lewat Inovasi Pangan Lokal
- 22 Feb 2026 11:31 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula– Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Melalui Integrated Terminal (IT) Jayapura, perusahaan menggelar pelatihan pemanfaatan bahan pangan lokal bergizi di Pantai Base-G, Kota Jayapura, Minggu 22 Februari 2026.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program CSR Posyandu Berdaya Imbi ini menghadirkan aktivis pangan lokal yang dikenal sebagai Charles Toto atau Papua Jungle Chef. Pelatihan difokuskan pada upaya pencegahan stunting akibat kekurangan gizi dengan pendekatan berbasis potensi pangan lokal.
Charles mengatakan, masih banyak anggapan bahwa makanan bergizi identik dengan harga mahal dan bahan yang sulit diperoleh. Padahal, bahan pangan lokal yang tersedia di sekitar rumah justru memiliki nilai gizi tinggi.
“Kami ingin mengubah persepsi bahwa makanan bergizi itu harus mahal atau sulit dicari. Dengan kreativitas, bahan yang ada di depan rumah seperti sayur lilin dan keladi bisa menjadi hidangan kelas dunia yang disukai anak-anak,” ujarnya.
Dalam sesi demo masak, Charles memperagakan pembuatan Sushi Keladi. Keladi tumbuk digunakan sebagai pengganti nasi dengan indeks glikemik lebih rendah. Daun gedhi dimanfaatkan sebagai pengganti nori yang kaya antioksidan dan baik untuk pencernaan. Sementara sayur lilin, alpukat, serta aneka ikan menjadi sumber protein, lemak sehat, dan serat.
Menurutnya, inovasi tersebut membuktikan bahan pangan lokal Papua dapat diolah menjadi sajian modern yang menarik tanpa menghilangkan nilai gizinya.
Pelatihan ini diikuti para kader posyandu yang nantinya akan meneruskan pengetahuan tersebut kepada masyarakat. Keterampilan yang diberikan diharapkan mendukung program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak usia sekolah 5–9 tahun, remaja, hingga lansia.
Kader Posyandu Cenderawasih, Heni Purwati, mengaku selama ini pihaknya kerap mengalami kendala saat mengolah ikan karena bau amis yang sulit dihilangkan, sehingga anak-anak kurang tertarik mengonsumsinya.
“Jujur saja, selama ini kita sering pusing kalau masak ikan karena sudah diolah macam-macam tetap saja masih ada bau amis. Tapi tadi waktu demo masak, kita lihat sendiri ternyata bisa bikin olahan yang tidak amis sama sekali, dan anak-anak langsung suka,” ujarnya.
Sementara itu, IT Manager Jayapura, James W. Muabuay, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan memasak, melainkan bagian dari upaya pelestarian budaya kuliner Papua melalui inovasi pangan lokal.
“Kehadiran Papua Jungle Chef diharapkan mampu menginspirasi para ibu dan kader posyandu untuk semakin berdaya dan kreatif dalam mengolah pangan lokal. Kami meyakini pemenuhan gizi berkualitas merupakan fondasi membangun generasi masa depan Jayapura yang sehat, cerdas, dan unggul,” katanya.
Melalui Program Posyandu Berdaya Imbi, Pertamina Patra Niaga optimistis dapat berkontribusi nyata dalam menekan angka stunting serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kelurahan Imbi secara berkelanjutanberkelanjutan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....