Calon Lahan Pisang Abaka Di SBT berhasil Disurvei

  • 10 Des 2025 12:11 WIB
  •  Bula

KBRN, Bula: Calon lahan untuk perkebunan pisang Abaka di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Maluku, kini telah berhasil disurvei. Sedikitnya dua titik lokasi yang berhasil disurvei, masing-masing terdapat di Kecamatan Bula Barat dan Siwalalat.

"Mereka telah melakukan survei ke beberapa lokasi. Diantaranya di Kecamatan Bula Barat dan Kecamatan Siwalalat,” beber Plt Kepala Dinas Pertanian setempat, Sofyan Waraiya kepada wartawan di Bula, Senin (8/12/2025).

Survei ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari hasil pertemuan Bupati Fachri Alkatiri dengan manajemen PT SIM di jakarta, belum lama ini. Dijelaskan Sofyan, berdasarkan hasil survei itu, dua titik lokasi tersebut berada persis pada kawasan hutan Areal Penggunaan Lain (APL).

Di Kecamatan Bula Barat, calon lahan tersebut berada diantara Desa Hote dan Silohan. Luasnya diperkirakan mencapai 3.500 hektar. Selain itu, masih juga terdapat satu lokasi lain sebagai daerah penyangga, terletak di belakang hutan Desa Sesar dengan luas sekitar 400 hektar.

Sementara survei di Kecamatan Siwalalat, Sofyan menyebut, pihak investor beralasan untuk menjawab kemudahan akses transportasi menuju kota Ambon. Sebab itu, sekira lebih dari 544 hektar lahan di kawasan tersebut juga telah ikut disurvei.

“Mengingat akses transportasi ke Ambon itu lebih dekat dari kecamatan paling ujungnya itu Siwalalat, maka mereka ingin juga untuk harus survei juga di situ, dengan luasan APL kurang lebih 544 hektar,” terang Sofyan.

Lebih jauh Sofyan menjelaskan, usai survei calon lahan, tahapan selanjutnya yakni menerima respon atau tanggapan dari warga mengenai rencana masuknya investasi perkebunan tersebut di wilayah mereka.

Selanjutnya pihak manajemen akan mengirim proposal kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, diperkirakan berlangsung pada Februari atau Maret tahun depan. Proposal itu lanjutnya, memang sudah harus dikirim saat ini, akan tetapi bertepatan dengan perayaan Natal dan tahun baru sehingga diundur awal tahun depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....