Puluhan Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di SBT, Nelayan Diharapkan Naik Kelas

  • 07 Okt 2026 12:34 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula - Pembangunan 22 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, diharapkan tidak hanya menyediakan infrastruktur bagi nelayan, tetapi juga meningkatkan pendapatan dan menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten SBT, Surahman, mengatakan KNMP dirancang untuk membangun ekosistem usaha perikanan yang terintegrasi, mulai dari aktivitas nelayan hingga pengelolaan hasil tangkapan.

"Pembangunan KNMP ini bukan hanya membangun fisik, tetapi bagaimana ekosistem usaha di sektor perikanan di pesisir itu dapat berjalan dengan baik," kata Surahman kepada RRI.CO.ID, Rabu, 7 Oktober 2026.

Menurut dia, pembangunan KNMP akan dilengkapi berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan nelayan, seperti tambatan perahu, pabrik es, tempat pendaratan ikan, dan gedung pengelola. Adanya fasilitas tersebut diharapkan membuat aktivitas nelayan menjadi lebih mudah dan efisien, mulai dari melaut, mendaratkan hasil tangkapan, hingga menjaga kualitas ikan sebelum dipasarkan.

Surahman mengatakan, manfaat utama yang diharapkan dari program KNMP adalah meningkatnya pendapatan nelayan.

Dengan tersedianya fasilitas pendukung perikanan dan ekosistem usaha yang lebih baik, hasil tangkapan nelayan diharapkan dapat dikelola secara lebih optimal sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih besar.

"Sehingga memacu pertumbuhan ekonomi di daerah nelayan, sehingga nelayan itu pendapatan meningkat, kemudian kelas nelayan itu akan naik," ujarnya.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga akan memberikan sejumlah sarana pendukung setelah pembangunan selesai, antara lain cool box dan alat tangkap ikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kegiatan produksi sekaligus membantu nelayan mempertahankan kualitas hasil tangkapan.

Khusus KNMP Hub yang berada di Desa Geser dan Desa Amarsekaru, fasilitas yang disiapkan akan ditambah dengan cold storage.

Keberadaan fasilitas penyimpanan berpendingin ini diharapkan mendukung penanganan hasil tangkapan nelayan sehingga ikan dapat disimpan sebelum dipasarkan.

Dengan fasilitas dari hulu hingga hilir tersebut, KNMP diharapkan tidak hanya menjadi kawasan tempat tinggal atau pusat aktivitas nelayan, tetapi berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi perikanan masyarakat pesisir.

Kabupaten SBT mendapat alokasi 22 KNMP yang tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Bula, Bula Barat, Teluk Waru, Kian Darat, Siwalalat, Wida Timur, Seram Timur, Werinama, Pulau Gorom, dan Kesui Watubela. Pembangunan fisik KNMP dijadwalkan mulai Oktober 2026.

Surahman mengatakan SBT memiliki potensi laut yang luas sehingga program tersebut diharapkan dapat memperkuat sektor perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari laut.

Diketahui, KNMP merupakan program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir melalui pembangunan ekosistem perikanan dari hulu hingga hilir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....