Sampah Berserakan di Pesisir Pulau Geser, Pokdarwis Desak DLH SBT Turun Tangan

  • 01 Okt 2026 14:13 WIB
  •  Bula
Poin Utama
  • Ribuan sampah berserakan hingga puluhan meter di pinggiran Teluk Pulau Geser, mengganggu kebersihan lingkungan dan potensi wisata bahari, sejarah, budaya, serta kuliner.
  • Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Geser meminta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Seram Bagian Timur turun langsung menangani persoalan sampah secara serius dan berkelanjutan.
  • Pokdarwis mendorong pemerintah menyediakan tempat sampah, pengangkutan rutin, edukasi masyarakat, serta upaya mencegah kebiasaan membuang sampah sembarangan.
  • Pokdarwis siap berkolaborasi dengan pemerintah desa, pemuda, dan masyarakat untuk menjaga kebersihan Pulau Geser.
  • Kebersihan mendukung pariwisata dan UMKM Lingkungan yang bersih dinilai penting untuk kenyamanan masyarakat dan wisatawan sekaligus mendukung pengembangan destinasi wisata serta UMKM di Desa Geser.

RRI.CO.ID, Bula- Potensi wisata bahari, sejarah, budaya hingga kuliner di Desa Geser, Kecamatan Seram Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), dihadapkan pada persoalan sampah. Ribuan sampah berserakan dan memanjang hingga puluhan meter di pinggiran teluk Pulau Geser.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Geser. Mereka mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) SBT segera turun tangan menangani persoalan tersebut.

Ketua Pokdarwis Pulau Geser, Raisno Effendy Rumalutur, mengatakan persoalan sampah bukan hanya mengganggu pemandangan. Jika tidak ditangani serius, sampah dapat mengganggu kenyamanan masyarakat sekaligus menghambat pengembangan pariwisata di Pulau Geser.

"Kami meminta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Seram Bagian Timur agar secepatnya melihat dan menangani persoalan sampah di Desa Geser. Ini merupakan masalah bersama yang membutuhkan perhatian dan penanganan yang serius," ujar Raisno kepada wartawan, Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurutnya, daerah yang memiliki potensi wisata seperti Geser semestinya didukung lingkungan yang bersih dan tertata. Kebersihan, kata dia, menjadi salah satu faktor penting untuk menciptakan kawasan wisata yang nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

Karena itu, Pokdarwis mendorong Pemkab SBT melalui DLH bersama Pemerintah Desa Geser, pemuda dan masyarakat membangun sistem pengelolaan sampah yang jelas dan berkelanjutan. Penanganan sampah, lanjut Raisno, juga tidak boleh dilakukan hanya ketika sampah sudah menumpuk.

Pemerintah perlu memastikan ketersediaan tempat sampah, pengangkutan secara rutin, edukasi kepada masyarakat, serta pencegahan kebiasaan membuang sampah sembarangan.

"Kami dari Pokdarwis siap berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat. Kebersihan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama," katanya.

Raisno juga mendorong agar persoalan sampah masuk dalam agenda prioritas pengembangan pariwisata Desa Geser. Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya menjaga kualitas lingkungan, tetapi juga dapat mendukung perkembangan destinasi wisata dan UMKM masyarakat.

"Kalau lingkungan bersih, masyarakat nyaman dan wisatawan juga akan merasa nyaman berkunjung ke Pulau Geser," ucapnya.

Dia berharap DLH SBT segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi di Desa Geser. Setelah itu, pemerintah diharapkan dapat menyusun langkah penanganan bersama pemerintah desa dan masyarakat.

"Kami berharap ada tindakan nyata dan berkelanjutan. Jangan sampai persoalan sampah ini dibiarkan karena akan berdampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat dan masa depan pariwisata Pulau Geser," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....