Palang KUA Teluk Waru Dibuka, Kemenag SBT Pastikan Pelayanan Kembali Normal

  • 31 Agt 2026 14:14 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, kembali dibuka setelah sempat dipalang sejumlah warga. Kementerian Agama (Kemenag) SBT memastikan pelayanan kepada masyarakat kini kembali berjalan normal.

Kepala Kantor Kemenag SBT, Muh Abdu Ernas, mengatakan pemalangan kantor KUA dipicu keinginan sejumlah warga agar Kepala KUA sebelumnya, Mahmud Usman, tetap bertugas di Kecamatan Teluk Waru.

"Pada prinsipnya masyarakat di Kecamatan Teluk Waru ini, mungkin diwakili beberapa kelompok pemuda, itu pada intinya menginginkan Kepala KUA yang lama, Pak Mahmud Usman, tetap bertahan di sana," kata Abdu kepada wartawan, Senin, 31 Agustus 2026.

Abdu menjelaskan keinginan warga tersebut muncul karena mereka menilai Mahmud telah memberikan pelayanan yang baik selama bertugas di Teluk Waru.

Namun, keinginan warga tersebut terbentur aturan mengenai periodisasi jabatan Kepala KUA. Berdasarkan KMA Nomor 1644 Tahun 2025, masa jabatan Kepala KUA dalam satu periode berlangsung selama empat tahun.

Setelah menyelesaikan satu periode, Kepala KUA masih dapat melanjutkan tugasnya, tetapi harus ditempatkan di wilayah yang berbeda.

"Kita terbentur dengan aturan bahwa semua Kepala KUA itu harus, kalau mau melanjutkan periodisasinya selama empat tahun, harus bergeser. Itu di KMA 1644-2025," ujarnya.

Abdu menegaskan persoalan pemalangan tersebut bukan bentuk penolakan warga terhadap Anwar Tuhuteru yang kini ditunjuk sebagai Kepala KUA Teluk Waru.

Menurutnya, warga justru menyampaikan secara langsung bahwa mereka tidak mempermasalahkan penunjukan Anwar. Mereka hanya berharap Mahmud tetap bertugas di Teluk Waru.

"Pak Kemenag, kami pada prinsipnya tidak menolak Pak Anwar Tuhuteru sama sekali," kata Abdu menirukan pernyataan warga saat pertemuan bersama, Senin, 31 Agustus 2026.

Abdu menyebut sebagian warga bahkan telah mengenal Anwar dan memiliki kedekatan dengannya. Karena itu, tulisan yang sempat muncul saat aksi pemalangan dinilai sebagai bentuk spontanitas.

"Pada prinsipnya mereka tidak menolak Pak Anwar Tuhuteru, cuma menginginkan saja Kepala KUA yang lama di sana," jelasnya.

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Kemenag SBT turun langsung ke Teluk Waru dan melakukan komunikasi dengan masyarakat.

Proses penyelesaian turut melibatkan Kapolsek Bula, Camat Teluk Waru, pemerintah negeri setempat, serta masyarakat dan pemuda yang sebelumnya melakukan aksi.

"Alhamdulillah tadi didampingi juga sama Pak Kapolsek Bula, Camat Teluk Waru, sama mereka masyarakat yang melakukan aksi, sama-sama kita melepas palang sekaligus menghapus tulisan itu," kata Abdu.

Setelah dilakukan pendekatan dan penjelasan mengenai aturan periodisasi Kepala KUA, warga akhirnya memahami kebijakan tersebut. Palang kantor kemudian dibuka dan tulisan di tembok dibersihkan. Kemenag pun memastikan pelayanan KUA Teluk Waru kembali berjalan.

"Insya Allah pelayanan tetap sudah berjalan mulai hari ini," ujarnya.

Anwar Tuhuteru sendiri belum hadir dalam pertemuan tersebut karena sedang mengikuti acara lepas pisah di Kecamatan Kiandarat. Meski demikian, pertemuan di Teluk Waru dihadiri camat, pejabat negeri, sekretaris desa, serta sejumlah pemuda dan masyarakat.

Abdu mengatakan keinginan masyarakat agar Kepala KUA lama tetap bertugas tidak hanya terjadi di Kecamatan Teluk Waru.

Menurutnya, aspirasi serupa juga muncul di Kecamatan Seram Timur, Gorom, dan sejumlah wilayah lainnya di Kabupaten SBT.

"Jadi bukan hanya di Teluk Waru, bahkan di Seram Timur, di Gorom, dan beberapa kecamatan lain, itu juga sebenarnya sudah mewanti-wanti untuk tidak menggantikan kepala KUA-nya," katanya.

Meski demikian, Abdu memastikan pergantian Kepala KUA tidak akan memengaruhi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dia meminta masyarakat Teluk Waru tidak meragukan kemampuan Anwar Tuhuteru. Menurutnya, Anwar memiliki rekam kinerja dan ketokohan yang sudah dikenal masyarakat.

"Saya juga menjamin bahwa yang kita tempatkan di sini, di Teluk Waru, itu bukan orang sembarang. Ini orang semua sudah tahu kinerja Pak Anwar Tuhuteru bagaimana, ketokohannya seperti apa," ujarnya.

Abdu menegaskan seluruh Kepala KUA yang dimutasi tetap memiliki tugas utama memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di wilayah penugasannya masing-masing.

"Insya Allah, bukan hanya di Teluk Waru, di semua kecamatan, insya Allah tetap berikan pelayanan yang terbaik. Tidak ada pengaruh dari mutasi-mutasi kepala KUA ini," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....