Baznas SBT Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Bula

  • 28 Agt 2026 11:40 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula— Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, mengambil inisiatif membantu masyarakat yang terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Bantuan air bersih tersebut mulai disalurkan hari ini, Jum'at, 28 Agustus 2026 dan ditargetkan berlangsung selama satu pekan ke depan.

Ketua Baznas Kabupaten SBT, Zainudin Kelasaba, mengatakan pihaknya menargetkan sebanyak 20 tong air bersih dapat disuplai setiap hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan, khususnya di sejumlah titik di wilayah Kota Bula.

"Hari ini kami insya Allah kita bantu masyarakat yang kena bencana kekeringan ini. Insya Allah hari ini kita targetnya 20 tong untuk air bersih selama satu minggu ke depan," kata Zainudin kepada wartawan, Jumat, 28 Agustus 2026.

Menurut Zainudin, penyaluran air bersih tersebut akan dilakukan mulai hari ini hingga satu minggu mendatang. Distribusi dilakukan dengan mengisi tong-tong penampungan air yang sebelumnya telah disediakan di sejumlah titik.

Tong-tong tersebut, kata dia, telah disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Baznas kemudian mengambil peran dengan menyuplai air bersih ke lokasi-lokasi yang telah tersedia.

"Jadi kita mulai dari hari ini selama satu minggu ke depan itu supply air di beberapa titik yang tongnya sudah disediakan oleh teman-teman dari bencana alam, pemerintah daerah itu di wilayah Kota Bula. Insya Allah cuma tinggal kita ngisi saja airnya selama satu minggu ke depan," ujarnya.

Untuk memastikan kebutuhan air warga tetap terpenuhi, Baznas SBT menyiapkan pola distribusi yang fleksibel. Pengisian air dapat dilakukan pada pagi, siang, maupun sore hari, menyesuaikan kebutuhan di lapangan.

Zainudin menyebut dalam sehari distribusi air bahkan dapat dilakukan hingga tiga kali. Hal tersebut dilakukan agar pasokan air pada 20 titik penampungan yang menjadi target penyaluran dapat terus tersedia selama masa bantuan berlangsung.

"Bisa pagi, sore atau pagi, siang, sore, jadi satu hari itu tiga kali dia datang," jelasnya.

Dengan pola tersebut, Baznas menargetkan 20 tong air bersih setiap hari selama satu minggu. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang saat ini menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih akibat kondisi kekeringan.

"Karena targetnya 20 tong setiap hari selama satu minggu," kata Zainudin.

Zainudin menegaskan bahwa penyaluran air bersih tersebut merupakan inisiatif Baznas SBT sebagai respons atas keluhan masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih akibat kekeringan.

Menurutnya, kondisi yang dialami masyarakat sudah masuk dalam kategori kebencanaan sehingga perlu mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, termasuk lembaga yang memiliki fungsi sosial dan kemanusiaan seperti Baznas.

"Ini inisiatif Baznas sendiri untuk menjawab keluhan masyarakat yang kekurangan air bersih akibat kekeringan," ungkapnya.

Ia mengatakan, meskipun Baznas SBT saat ini belum memiliki unit atau program tanggap bencana secara khusus, lembaga tersebut tetap memiliki kewajiban untuk memperhatikan persoalan yang berkaitan dengan kebencanaan.

"Kebetulan memang ini kan sudah kategori bencana sebenarnya dan di Baznas sendiri juga sebenarnya sekalipun di SBT belum ada tanggap bencana, tapi kita juga diharuskan untuk melihat hal-hal yang berkaitan dengan kebencanaan," ujarnya.

Zainudin menambahkan, perhatian Baznas terhadap persoalan kebencanaan tidak hanya terbatas pada kekeringan atau musim kemarau. Berbagai jenis bencana yang terjadi di wilayah Kabupaten SBT juga menjadi bagian dari perhatian Baznas.

"Jadi bukan saja soal kemarau, bencana apa saja, kita tetap masuk sekalipun kita belum punya tanggap bencana," katanya.

Menurut dia, keterlibatan Baznas dalam membantu masyarakat terdampak bencana merupakan bagian dari upaya untuk menjawab kebutuhan masyarakat ketika terjadi kondisi darurat.

Karena itu, Baznas SBT kini juga berupaya menyiapkan program tanggap bencana secara lebih terstruktur sehingga ke depan lembaga tersebut dapat memberikan respons yang lebih cepat ketika terjadi bencana di wilayah SBT.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Baznas SBT akan melakukan koordinasi dengan Baznas Republik Indonesia (Baznas RI). Zainudin berharap ke depan Kabupaten SBT memiliki sistem tanggap bencana yang dapat digunakan untuk mendukung penyaluran bantuan ketika terjadi bencana.

"Insya Allah ke depan Baznas SBT juga berupaya untuk menyediakan tanggap bencana sehingga berkoordinasi dengan teman-teman di Baznas RI," tuturnya.

Dengan adanya unit atau program tanggap bencana tersebut, Baznas SBT diharapkan tidak perlu menunggu terlalu lama ketika masyarakat membutuhkan bantuan akibat bencana.

Zainudin menjelaskan, apabila nantinya program tanggap bencana tersebut telah tersedia, bantuan dari Baznas RI dapat disalurkan melalui mekanisme tanggap bencana yang dimiliki Baznas SBT.

"Kalau ada bencana-bencana cuma tinggal bantuan dari Baznas RI lewat tanggap bencana yang kita sudah punya," pungkasnya.

Untuk tahap awal, Baznas SBT memilih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan di wilayah Kota Bula. Distribusi ditargetkan berjalan selama tujuh hari dengan sasaran 20 tong air bersih setiap hari.

Langkah tersebut menjadi bentuk respons Baznas SBT terhadap kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi kekeringan, sekaligus menjadi bagian dari upaya lembaga tersebut untuk memperluas perannya dalam membantu masyarakat yang menghadapi situasi kebencanaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....