Pemkab SBT Berupaya Maksimalkan Alokasi Program Revitalisasi Sekolah 2026
- 14 Agt 2026 18:06 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, terus berupaya mendapat alokasi lebih besar dalam program revitalisasi satuan pendidikan dari pemerintah pusat pada 2026. Upaya tersebut dilakukan untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, mengingat masih banyak sekolah di SBT yang membutuhkan rehabilitasi maupun pembangunan gedung baru.
Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri mengatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk mengupayakan tambahan alokasi program revitalisasi satuan pendidikan. "Tentu kita akan perjuangkan maksimal, karena itu komunikasi terus kita lakukan. Kita berharap dapat lebih banyak, lebih maksimal," kata Fachri di Bula, Kamis, 13 Agustus 2026.
Fachri mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah sekolah di SBT yang akan mendapat alokasi program revitalisasi pada 2026. Menurut dia, data tersebut masih mengalami pembaruan dari pemerintah pusat. "Datanya berubah terus ya, ada beberapa penambahan saya dapat laporan, tapi angka pastinya belum," ungkapnya.
Pemkab SBT berharap program revitalisasi dapat menyasar lebih banyak sekolah yang mengalami kerusakan. Dengan begitu, kebutuhan rehabilitasi maupun pembangunan fasilitas pendidikan baru di daerah tersebut dapat ditekan.
Fachri juga memastikan berbagai catatan dan masukan masyarakat terkait pengelolaan program revitalisasi akan menjadi perhatian pemerintah daerah. Hal itu dinilai penting agar pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat maksimal bagi sekolah.
"Paling tidak, kalau kita bisa memaksimalkan revitalisasi, sudah pasti sekolah yang butuh kita rehab, kita perbaiki, pasti sudah tidak terlalu banyak. Atau bahkan mungkin kita bangun bangunan baru," ujarnya.
Menurut Fachri, pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab dalam menangani sekolah yang membutuhkan perbaikan. Namun, semakin besar dukungan program dari pemerintah pusat, semakin ringan pula beban yang harus ditanggung Pemkab SBT.
"Artinya tanggung jawab pemerintah daerah juga tetap ada. Kalau itu harus kita lakukan, pasti bebannya sudah jauh lebih ringan," katanya.
Dia menegaskan Pemkab SBT akan terus mengoptimalkan komunikasi dengan pemerintah pusat sembari melakukan pembenahan terhadap sejumlah catatan yang disampaikan masyarakat mengenai pengelolaan program revitalisasi selama ini.
"Tapi kita akan maksimal terus, sambil melakukan perbaikan terhadap catatan-catatan yang disampaikan oleh masyarakat soal pengelolaan revitalisasi selama ini," pungkasnya.
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dilaksanakan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai berjalan di Kabupaten SBT sejak 2025.
Pada tahun pertama pelaksanaannya, terdapat 25 sekolah yang menjadi sasaran program.
Sekolah-sekolah tersebut terdiri dari jenjang TK, sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP). Total anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut mencapai puluhan miliar rupiah.
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan upaya pemerintah melalui Kemendikdasmen untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di berbagai daerah.
Program ini mencakup pembangunan baru, rehabilitasi ruang kelas yang mengalami kerusakan, serta penyediaan berbagai fasilitas pendukung pembelajaran.
Dengan adanya program tersebut, lingkungan sekolah diharapkan menjadi lebih aman, nyaman, dan layak sehingga dapat mendukung proses belajar mengajar serta meningkatkan kualitas pendidikan bagi siswa di Kabupaten Seram Bagian Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....