SBT Targetkan Produksi Beras 14.000 Ton Setahun, Lahan Sawah Bertambah Jadi 3.802 Ha

  • 10 Agt 2026 13:02 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, menargetkan produksi beras mencapai 14.000 ton per tahun seiring bertambahnya luas lahan sawah di daerah tersebut. Target itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten SBT M. Sofyan Waraiya saat panen perdana padi sawah seluas 5 hektare di Desa Administratif Aki Jaya, Kecamatan Bula Barat, Barat, 10 Agustus 2026.

Sofyan mengatakan, saat ini SBT memiliki lahan baku sawah seluas 2.440 hektare. Lahan tersebut telah ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) melalui Peraturan Daerah Kabupaten Seram Bagian Timur Nomor 6 Tahun 2023.

Pada 2026, SBT juga mendapat alokasi program cetak sawah rakyat seluas 1.362 hektare. "Melalui program ekstensifikasi lahan pertanian, Kabupaten Seram Bagian Timur dialokasikan sebanyak 1.362 hektare lahan cetak sawah rakyat," kata Sofyan dalam laporan kegiatan.

Dengan tambahan lahan tersebut, luas lahan baku sawah SBT diproyeksikan meningkat menjadi 3.802 hektare. Target produksi beras 14.000 ton

Sofyan menjelaskan, dari total lahan baku sawah tersebut, pemerintah daerah memperkirakan sekitar 2.000 hektare dapat ditanami padi sawah dalam satu tahun.

Dengan luas tanam tersebut, produksi beras SBT diperkirakan mencapai 14.000 ton per tahun.

"Jika total lahan baku sawah ini ditanami padi sawah seluas 2.000 hektare dalam satu tahun, produksi beras kita dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur sebanyak 14.000 ton per tahun," ujarnya.

Produksi tersebut ditargetkan tidak hanya memenuhi kebutuhan beras masyarakat SBT, tetapi juga mendukung program swasembada pangan di daerah.

Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri mengatakan, panen perdana di Desa Aki Jaya menunjukkan besarnya potensi daerah dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya tanaman pangan.

Menurut dia, peningkatan produksi pertanian membutuhkan sinergi antara pemerintah, petani, penyuluh pertanian, TNI-Polri, serta masyarakat.

"Panen perdana ini bukan hanya menjadi simbol keberhasilan produksi pertanian, tetapi juga merupakan bukti bahwa Kabupaten Seram Bagian Timur memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, khususnya tanaman pangan," kata Fachri di sela kegiatan panen tersebut.

Pemkab SBT, lanjut Fachri, akan terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Ia berharap panen perdana tersebut menjadi momentum untuk memperluas areal tanam, meningkatkan produktivitas, serta menjaga keberlanjutan lahan pertanian.

"Kita ingin para petani semakin produktif, kesejahteraannya meningkat, dan kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi dari hasil produksi daerah sendiri," ujarnya.

Pemerintah daerah juga menilai dukungan sarana dan prasarana, pendampingan, serta pengawasan berkelanjutan diperlukan agar potensi lahan sawah yang tersedia dapat dioptimalkan untuk meningkatkan produksi padi di SBT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....