Pemkab SBT Panen Perdana Padi Sawah 5 Hektare di Desa Akijaya

  • 10 Agt 2026 14:26 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula - Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, menggelar panen perdana padi sawah seluas 5 hektare di Desa Administratif Aki Jaya, Kecamatan Bula Barat, Senin, 10 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Fachri Husni Alkatiri serta sejumlah pejabat Pemkab SBT.

Panen perdana tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung program swasembada pangan, sekaligus meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Timur M. Sofyan Waraiya mengatakan, SBT saat ini memiliki lahan baku sawah seluas 2.440 hektare.

Lahan tersebut telah ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) melalui Peraturan Daerah Kabupaten Seram Bagian Timur Nomor 6 Tahun 2023.

"Tahun 2026 melalui program ekstensifikasi lahan pertanian, Kabupaten Seram Bagian Timur dialokasikan sebanyak 1.362 hektare lahan cetak sawah rakyat," kata Sofyan dalam laporan kegiatan.

Menurut Sofyan, total alokasi cetak sawah di Provinsi Maluku pada 2026 mencapai 1.453 hektare. Dari jumlah tersebut, 1.362 hektare berada di Kabupaten Seram Bagian Timur, sedangkan 92 hektare lainnya berada di Kabupaten Maluku Tengah.

Dengan tambahan lahan tersebut, luas lahan baku sawah di SBT diproyeksikan mencapai 3.802 hektare.

Sofyan mengatakan, apabila 2.000 hektare dari lahan tersebut dapat ditanami padi sawah dalam satu tahun, produksi beras SBT diperkirakan mencapai 14.000 ton per tahun.

Produksi tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan beras masyarakat SBT sekaligus mendukung pencapaian swasembada pangan.

"Jika total lahan baku sawah ini ditanami padi sawah seluas 2.000 hektare dalam satu tahun, produksi beras kita dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur sebanyak 14.000 ton per tahun,"

ujarnya.

Bupati Seram Bagian Timur Fachri Husni Alkatiri mengatakan, panen perdana di desa Aki Jaya menunjukkan potensi besar daerah tersebut dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya tanaman pangan.

Menurut Fachri, pengembangan pertanian membutuhkan dukungan dan sinergi antara pemerintah, petani, penyuluh pertanian, TNI-Polri, serta masyarakat.

"Panen perdana ini bukan hanya menjadi simbol keberhasilan produksi pertanian, tetapi juga merupakan bukti bahwa Kabupaten Seram Bagian Timur memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, khususnya tanaman pangan," kata Fachri dalam sambutannya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur akan terus memberikan perhatian terhadap sektor pertanian, termasuk mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Fachri berharap panen perdana tersebut dapat menjadi momentum untuk memperluas areal tanam, meningkatkan produktivitas, serta menjaga keberlanjutan lahan pertanian.

"Kita ingin para petani semakin produktif, kesejahteraannya meningkat, dan kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi dari hasil produksi daerah sendiri," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi para petani di Desa Aki Jaya serta penyuluh pertanian, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

Pemkab SBT berharap panen perdana ini dapat menjadi motivasi bagi kelompok tani dan masyarakat untuk terus mengoptimalkan lahan pertanian. Dukungan sarana dan prasarana, pendampingan, serta pengawasan secara berkelanjutan dinilai diperlukan untuk meningkatkan produksi padi di daerah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....