Pemkab SBT Dorong Generasi Muda Gelar Event yang Berdampak bagi Masyarakat
- 08 Agt 2026 17:25 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula- Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, mendorong generasi muda tidak hanya mampu menyelenggarakan kegiatan yang meriah, tetapi juga menghasilkan event yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri pada kegiatan Workshop Pengembangan Kapasitas Manajemen Event di Hotel Surya, Kota Bula, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Kegiatan yang digelar Komunitas Wanu Sinema itu diikuti siswa SMA/sederajat dan mahasiswa se-Kabupaten SBT. Hadir dalam kegiatan tersebut Penasehat Wanu Sinema sekaligus Anggota DPRD SBT Fahthul Kwairumaratu, perwakilan Dinas Pariwisata, serta perwakilan Bappeda Litbang SBT.
Dalam sambutannya, Fachri mengatakan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan sumber daya alam. Menurut dia, pembangunan sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam menentukan kemajuan daerah.
"Membangun daerah tidak hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui pembangunan manusia," ujar Fachri dalam sambutannya dibacakan Asisten I Setda Ramli Kilwarany.
Ia menilai generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk mengembangkan gagasan, beradaptasi, berkolaborasi, dan menerjemahkan ide menjadi kegiatan yang memberikan dampak nyata.
"Workshop ini bukan sekadar pelatihan tentang bagaimana menyelenggarakan sebuah acara. Lebih dari itu, workshop ini adalah sekolah kepemimpinan, tempat anak-anak muda belajar merancang masa depan melalui konsep, perencanaan, kolaborasi, dan tanggung jawab," katanya.
Fachri mengingatkan peserta agar tidak menjadikan kemeriahan sebagai ukuran utama keberhasilan sebuah kegiatan. Ia meminta generasi muda SBT mulai berkompetisi melalui kualitas konsep dan manfaat yang dihasilkan.
"Mulailah belajar untuk bersaing melalui kualitas konsep, bukan sekadar ramai dalam pelaksanaan. Karena kegiatan yang baik bukan diukur dari besarnya panggung yang dibangun, melainkan dari besarnya manfaat yang ditinggalkan," tuturnya.
Menurut Fachri, event yang dikelola secara baik dapat memberikan dampak lebih luas, mulai dari menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkuat identitas budaya, hingga membuka peluang baru bagi daerah.
Ia juga mengingatkan peserta pada semboyan daerah, "Gumumae Tawotu Wanue", yang menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia sebelum mengembangkan sumber daya alam.
Dengan potensi budaya, sejarah, dan pariwisata yang dimiliki SBT, Fachri berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan penggerak komunitas, penyelenggara festival budaya, hingga pemimpin masa depan.
"Pemerintah Kabupaten SBT akan terus mendukung setiap inisiatif positif yang membuka ruang belajar, memperkuat kreativitas, dan meningkatkan daya saing generasi muda," ujarnya.
Sementara itu, Penasehat Komunitas Wanu Sinema Fahthul Kwairumaratu berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas kreatif dapat terus diperkuat.
Ia juga berharap Wanu Sinema dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan Pemkab SBT.
"Kebetulan ada perwakilan bupati. Saya harap setiap kegiatan Pemda, Wanu Sinema harus dilibatkan," kata Fahthul.
Ia berharap keterlibatan tersebut dapat membuka lebih banyak ruang bagi generasi muda SBT untuk mengembangkan kreativitas dan meningkatkan kemampuan dalam mengelola kegiatan secara profesional
Ia menilai generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk mengembangkan gagasan, beradaptasi, berkolaborasi, dan menerjemahkan ide menjadi kegiatan yang memberikan dampak nyata.
"Workshop ini bukan sekadar pelatihan tentang bagaimana menyelenggarakan sebuah acara. Lebih dari itu, workshop ini adalah sekolah kepemimpinan, tempat anak-anak muda belajar merancang masa depan melalui konsep, perencanaan, kolaborasi, dan tanggung jawab," katanya.
Fachri mengingatkan peserta agar tidak menjadikan kemeriahan sebagai ukuran utama keberhasilan sebuah kegiatan. Ia meminta generasi muda SBT mulai berkompetisi melalui kualitas konsep dan manfaat yang dihasilkan.
"Mulailah belajar untuk bersaing melalui kualitas konsep, bukan sekadar ramai dalam pelaksanaan. Karena kegiatan yang baik bukan diukur dari besarnya panggung yang dibangun, melainkan dari besarnya manfaat yang ditinggalkan," tuturnya.
Menurut Fachri, event yang dikelola secara baik dapat memberikan dampak lebih luas, mulai dari menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkuat identitas budaya, hingga membuka peluang baru bagi daerah.
Ia juga mengingatkan peserta pada semboyan daerah, "Gumumae Tawotu Wanue", yang menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia sebelum mengembangkan sumber daya alam.
Dengan potensi budaya, sejarah, dan pariwisata yang dimiliki SBT, Fachri berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan penggerak komunitas, penyelenggara festival budaya, hingga pemimpin masa depan.
"Pemerintah Kabupaten SBT akan terus mendukung setiap inisiatif positif yang membuka ruang belajar, memperkuat kreativitas, dan meningkatkan daya saing generasi muda," ujarnya.
Sementara itu, Penasehat Komunitas Wanu Sinema Fahthul Kwairumaratu berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas kreatif dapat terus diperkuat.
Ia juga berharap Wanu Sinema dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan Pemkab SBT.
"Kebetulan ada perwakilan bupati. Saya harap setiap kegiatan Pemda, Wanu Sinema harus dilibatkan," kata Fahthul.
Ia berharap keterlibatan tersebut dapat membuka lebih banyak ruang bagi generasi muda SBT untuk mengembangkan kreativitas dan meningkatkan kemampuan dalam mengelola kegiatan secara profesional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....