Kekeringan Melanda Kota Bula SBT, Sejumlah Wilayah Alami Krisis Air Bersih
- 29 Jul 2026 15:18 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula— Kekeringan yang melanda Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, menyebabkan sejumlah wilayah mengalami krisis air bersih. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus rutin menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten SBT mencatat, terdapat 10 titik terdampak kekeringan yang telah dipasangi tong penampungan air sebagai lokasi distribusi bantuan. Sejumlah titik tersebut berada di kawasan PLN Lama, Garuda Mas, Kelapa Dua, dan Tumbu Parang.
Kepala BPBD Kabupaten SBT, M. Bahrum Weulartafella, mengatakan distribusi air dilakukan dengan terlebih dahulu memenuhi seluruh tong penampungan yang telah ditempatkan di wilayah terdampak. "Sepuluh titik yang kemarin kita pasang tong semuanya kita penuhi terlebih dahulu. Setelah itu baru mobil tangki bergerak melayani masyarakat," ujar Bahrum, Rabu, 29 Juli 2026.
Selain titik penampungan yang telah disiapkan, sejumlah kawasan lain juga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten SBT, Hadi Rumbalifar, menyebut kawasan sekitar Pendopo Perumahan Pemerintah Daerah dan Desa Wailola menjadi wilayah yang paling terdampak akibat kekeringan.
Menurut Hadi, krisis air bersih kini telah meluas di Kota Bula. Sebagian besar wilayah mengalami kesulitan memperoleh sumber air, sementara hanya beberapa lokasi yang masih memiliki ketersediaan air.
"Kalau dilihat dari kondisi di lapangan, krisis air bersih sudah meluas di Kota Bula. Hanya beberapa tempat saja yang masih memiliki sumber air," kata Hadi.
Krisis air bersih juga dirasakan Pondok Pesantren Al-Fityatu Ashabul Kahfi di Desa Bula Air. Pihak pesantren sebelumnya mengajukan permintaan bantuan karena mengalami kekurangan pasokan air bersih.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten SBT kemudian melakukan distribusi rutin setiap hari Rabu untuk memenuhi kebutuhan air para santri penghafal Al-Qur'an di pesantren tersebut.
Untuk menjangkau masyarakat terdampak, BPBD dan Damkar menerapkan dua pola distribusi, yakni mengisi tong-tong penampungan di sejumlah titik serta mengantarkan air langsung ke rumah warga yang membutuhkan.
Pemerintah Kabupaten SBT memastikan penyaluran air bersih akan terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung, terutama di wilayah yang mengalami dampak kekeringan dan kesulitan mendapatkan sumber air.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....