Kekeringan Meluas di Bula, Pemkab SBT Rutin Salurkan Bantuan Air Bersih ke Warga

  • 29 Jul 2026 13:52 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, BULA– Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, terus mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di Kota Bula. Penyaluran dilakukan secara rutin sebagai upaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di tengah musim kemarau.

Distribusi air bersih kembali dilakukan pada Rabu, 29 Juli 2026 oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten SBT. Kepala BPBD Kabupaten SBT, M. Bahrum Weulartafella, mengatakan distribusi diawali dengan mengisi seluruh tong penampungan air yang telah ditempatkan di 10 titik di wilayah terdampak.

"Sepuluh titik yang kemarin kita pasang tong semuanya kita penuhi terlebih dahulu. Setelah itu baru mobil tangki bergerak melayani masyarakat," kata Bahrum kepada wartawan, Rabu, 29 Juli 2026.

Menurut dia, titik-titik penampungan tersebut berada di sejumlah lokasi di antaranya kawasan PLN Lama, Garuda Mas, Kelapa Dua, dan Tumbu Parang. Setelah seluruh tong terisi, mobil tangki BPBD akan berkeliling mendistribusikan air langsung kepada warga. Masyarakat juga diminta menyiapkan ember maupun wadah penampungan agar proses pembagian air dapat berlangsung lebih cepat.

Bahrum menambahkan, distribusi air kini berjalan lebih lancar setelah kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional mobil tangki dapat dipenuhi. Sebelumnya, penyaluran sempat mengalami kendala akibat keterbatasan BBM.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten SBT, Hadi Rumbalifar, mengatakan pihaknya juga rutin memasok air bersih ke wilayah terdampak kekeringan, salah satunya ke Pondok Pesantren Al-Fityatu Ashabul Kahfi yang berada di Desa Bula Air.

Menurut Hadi, bantuan tersebut diberikan setelah pengelola pesantren menyampaikan permohonan resmi kepada Damkar karena mengalami krisis air bersih. "Setiap hari Rabu kami membantu mendistribusikan air bersih kepada para santri penghafal Al-Qur'an di pesantren tersebut," ujar Hadi.

Ia mengatakan, berdasarkan kondisi di lapangan, krisis air bersih telah meluas di Kota Bula. Hanya beberapa lokasi yang masih memiliki sumber air, sedangkan sebagian besar wilayah mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Kawasan sekitar Pendopo Perumahan Pemerintah Daerah dan Desa Wailola menjadi wilayah yang paling terdampak akibat kekeringan. Untuk menjangkau seluruh warga, Damkar dan BPBD menerapkan dua pola distribusi, yakni mengisi tong-tong penampungan yang telah disediakan BPBD di sejumlah titik serta mengantarkan air langsung ke rumah-rumah warga yang membutuhkan.

"Pendistribusian terus kami lakukan secara rutin agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau masih berlangsung," kata Hadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....