Damkar & Polisi Salurkan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan di SBT
- 27 Jul 2026 13:56 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula– Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Keselamatan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menyalurkan 4.000 liter air bersih kepada warga Dusun Teluk, Desa Englas, Kecamatan Bula, yang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Bantuan tersebut disalurkan menggunakan mobil pemadam kebakaran pada Minggu, 26 Juli 2026 sebagai respons Pemerintah Kabupaten SBT terhadap keluhan warga yang kesulitan memperoleh air bersih.
Kepala Dinas Damkar dan Keselamatan SBT, Hadi Rumbalifar, mengatakan distribusi air bersih dilakukan mulai pukul 16.00 hingga 18.30 WIT. "Damkar SBT memberikan bantuan air bersih kepada warga Dusun Teluk, Desa Englas yang mengalami dampak kekeringan," ujar Hadi.
Ia mengatakan, Pemkab SBT melalui Damkar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah wilayah terdampak di Kota Bula. Menurut Hadi, BPBD telah menyiapkan tangki penampungan air di beberapa titik, sementara pengisian dilakukan secara berkala oleh petugas BPBD dan Damkar.
"Beberapa hari ini kami siaga kebakaran, sehingga besok kami kembali menyuplai air bersih ke lokasi-lokasi terdampak lainnya," katanya.
Meski demikian, Hadi mengakui masih ada sejumlah lokasi yang belum memiliki tangki penampungan air akibat keterbatasan anggaran. Namun, Ia memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
"Kalau masyarakat datang langsung ke kantor meminta bantuan air bersih, kami tetap layani menggunakan mobil Damkar," tegasnya.
Pada hari yang sama, Polres Seram Bagian Timur juga menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Dusun Teluk menggunakan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC). Penyaluran dipimpin Wakapolres SBT Kompol Johanis Titus Letfungun atas instruksi Kapolres SBT AKBP Alhajat setelah menerima laporan mengenai krisis air bersih di wilayah tersebut.
Warga Dusun Teluk, Dul, mengatakan musim kemarau menyebabkan sejumlah sumber air, baik sumur bor maupun sumur galian, mengalami kekeringan sehingga masyarakat kesulitan memperoleh air bersih. "Kita tidak tahu musim kemarau ini sampai kapan. Kekeringan di mana-mana. Semoga ada bantuan," ujar Dul.
Ia menambahkan, air dari sumur hanya dapat diambil pada waktu tertentu dengan volume yang sangat terbatas. Kondisi itu membuat sebagian warga harus mencari sumber air di lokasi lain dengan berjalan kaki sambil mendorong gerobak untuk mengangkut air.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....